Air matanya menetes perlahan. Di kerut wajah tuanya. Garis uban yang kian jelas, dan belaian halus di tiap helai rambut ini. Menyela tatapan lembutnya.
Kemana saja kau selama ini nak! Ibu merindukanmu! Betapa ibu hampir lupa garis wajahmu…
Kembali ibu mengulang cerita, jika aku gadis kecil yg tumbuh terlupakan. Tiba-tiba menjadi dewasa dan tak lagi berbagi cerita.
Ibu menangis memelukku. Ibu mengaku sangat merinduku dan berkata tak ingin jauh dariku…
Kembali ibu mengulang cerita, jika aku gadis kecil yang tak pernah meminta, selalu terlewatkan diantara kepentingan seorang kakak dan seorang adik. Namun tiba-tiba menjadi dewasa.
Aku masih terlelap ketika ibu beraktivitas. Ibu sudah terlelap ketika aku pulang kerja. Kita jadi jarang bercakap. Namun cinta itu selalu ada meski sulit mengungkapkannya.
I love you more than words mom! I always try 2be the best but it failed.
Baginya, aku cuma gadis kecil yg suka ngotot dg kemauannya sendiri. Gadis kecil yg sak dhek sak nyet. Sak penak udhele dewe, ujarnya. Apa lagi ibu? Yg buruk-buruk kan selalu ada padaku, timpalku meledek.
Ibu tidak sedang meracau. Ibu berbisik jika ia sering mengelus dada atas ulahku. Ibu selalu takut jika aku punya kemauan. Risiko apapun pasti diterjang. Kemauanku yg kerap berseberangan, tak jarang bikin ibu sering mengomel dan berkata dg nada tinggi. Menghalau keinginanku.
Dear mom, this many years i spent my time… i’ve got nothing to give to you. This is only a little piece of love and maybe means nothing. Sepenggalpun belum sanggup kuberikan padamu meski sepanjang kasih kau berikan padaku….
Hate me mom… hate me 4 all the things I didn’t do 4u...
Tuesday, July 29, 2008
sebuah kata di ruang rindu
Fijado por @Me! en 9:06 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comentarios:
Post a Comment