HUNDRED SOMETHIN... NOTE WHATEVER... SIMPLEMENTE DE MÍ...

MONGGO MAMPIR... MENIKO NAMUNG JURNAL CEKHAK CUILANIPUN CATETANE PENULIS, INGGIH CATETAN RENO-RENOING URIP NGANTI NGAWULONING GUSTI . DADOSIPUN TELISIK-TELISIK SAKPERTIGONING NALIKO DALU ...


Urip Mung Mampir Ngombe

Monday, September 7, 2009

u.c.a

Dia bersujud
dalam balut kain tak rapi
Tepat di baris ketiga

Sepertinya bibirnya komat-kamit
Entah menghapal lafadz
atau sedang menirukan imam

Sore itu mengejutkan
Adakah ia tersadar
Setelah sekian tahun
ia sengaja menjauh dariNya
teriring dlm akal sehatnya
Mencibir komat-kamit
jajaran makhluk di rumah Tuhan

Tadi ia kembali
membasuh mukanya dengan air kesucian

Ah, sudahlah kawan
Waktu cepat beranjak
Sebaik2nya jika engkau berbenah

Senang melihatnya tadi
Berdiri di dalam rumah Tuhan
Meski sejenak salam kau akhiri
lalu beranjak pergi
Tanpa sepatah doa menutup salam

Friday, August 28, 2009

i have to leave

lonceng itu nyaring
kembali berbunyi
memekakkan telinga
dari ujung jauh menara

tanda harus pergi

tak kutinggalkan sepatu
karena cukup sisa waktu terlalui
aku akan pergi
meski tak sanggup lagi berlari

bunyi lonceng itu menyakitkan
membuyarkan pikiran
hingga tak dapat kupikir
tentang apa-apa lagi

Thursday, August 27, 2009

Dear D.R.M

Gamis merah maroon pucat
Semburat kotak bergaris
Terhimpit diantara shaf
Rapi. Sedikit berjejal

Tepat di Ramadhan
Lima tahun silam
Beberapa langkah aku dibelakangmu
bersama yg lain
Di atap gedung yg sama ini

Tepat di Ramadhan
Lima tahun silam
Cerita itu pernah terukir

Nyaris tak kusentuh lagi jejak itu
Hingga.. suatu sore aku kembali
Kusentuh bayang2 gamis itu
Aku rindu
Tapi tak ingin kembali

Monday, August 24, 2009

another person

another name in paradise
another heart for sacrifice
is it you?
i start to think about u
not to remind how long
we've get along each other
but to remind how we've been through

God always comes
with complete surprise

the eyes

sepasang mata dan sebilah hati
diantara gerimis yg menyela mentari
jauh melintas samudera

hanya aku terpaku
pada lembut pasang mata itu

tak hendak aku berpaling
tapi tak jua ingin bertahan
hanya selangkah mundur mengerjap

lalu ia ada disisi
membawa kejutan manis
menyungging senyum
mengamit jemari yg kaku
tak berbalas

napasku terhenti
sejenak aku melihat sosok masa lalu
yg menyergap pengap kekinian ruang batinku
tak hendak aku berlari serta

namun kedua mata nan lembut itu
menggenggam hati

Wednesday, August 19, 2009

1

Aq tahu hanya butuh 1
Namun merangkul 2 dan 3
Entah pikir apa menyergap
1
Hendak kuberi pada yg lain
2
Hendak kusisihkan utk disana
3
Untukku
Atau tidak benar-benar untukku

Permainan angka yg cantik
1 2 dan 3 Tak selamanya disini
Ia berputar lalu menghinggap
hanya sementara

Ia datang
mengaduk-aduk pikir

Aku tunduk
menyelesaikan hitungan rumit
yang tersusun daripadanya
Lalu beranjak

Kala tersadar 1 2 dan 3
cuma permainan bocah lugu
yg tertarik tentang alam

tentang kepastian
yg lanjut menyodorkan ketakpastian

Friday, August 14, 2009

kamu dan dia

Ada kesamaan antara kamu dan dia
Melenggang di bawah belenggu kebebasan
Nikmat dlm aroma tembakau.. tanpa bicara
Menjelma dlm sosok misterius
yg tiba2 pergi entah kmana
lalu datang dlm sekejap
membawa kejutan baru

Rupa2 hidup kau sulut diantara ribuan kata yg tak pernah bisu
Bingkai peristiwa kau tumpuk manis
Engkau membukukannya dg sempurna
hingga tak ada satu masa pun yg terlewati
dlm pikirmu

Keindahan itu ada pada kecerdasanmu
Aku menemukan kekaguman pada dirimu
Aku, puisi, kamu dan dia
diantara jejak kata yg mematut hati
Ah, rasanya aku menemukan kembali
puing2 yg baru saja menghilang