Tuesday, August 14, 2007

Palabras Sabias!

Masa depan seseorang terpancar dari kekuatan mata dan derasnya air mata... (Original text THE PROMISE)

Bagaimana orang menjemput ajal berbanding lurus dengan bagaimana ia menjalani hidup... (Original text THE LAST SAMURAI)

Tepat di Sisi (ku)

Sebuah ketetapan Illahi
yang melengkapi sepasang hati
Membuka tabir kesunyian
yang sempat terkira abadi

Ketetapan yang berbisik
Aku tak perlu sampai
di siklus cemara

Hanya aku…
berdiri di kebutaan hati

Ketetapan yang hadir
tepat di bilik hati
Menjawab setiap mimpi
di sisi yang tertunda

Sebuah ketetapan Illahi
yang merangkul jiwa
diantara sujud yang memberkas cahay

Sampaikan di sisa umur ini
Aku ingin merangkulnya
Menggenggam doa
yang tulus dari hati
Meretas di jalan Illahi
yang tak lagi terselimuti

Jikalau (memang) harus menyertaku!

Thursday, August 9, 2007

menimbang harga terima kasih. xie xie!

bocah itu menatap lugu
polos
tak berseri
sarat masalah

ia berlari
blingsatan
memikul beban

ia lapar rupiah
mengais tanpa air mata

tangannya sigap menghitung
setiap lembar rupiah
yang mengalir
ke tangannya
yang bertukar
dengan tiap eksemplar koran
dalam genggamannya

ia lupa
pada seseorang
yang ikhlas meminta bebannya
ia takut beban itu kan kembali
maka ia berlari
di kerumunan siang

ah, begitu mahal
harga sebuah terima kasih
ketika memberi
hanya dihargai kewajiban

Thursday, July 26, 2007

4remind

"At birth we cry, at death we see why"
--Bulgarian proverb

"Birth is the messenger of death"
--Syrian proverb

cantik

aku rindu...
diantara cemara
aku dan bintang
hanya sejengkal hati

aku dan pungguk
diantara pucuk dahan
berbisik menatap rembulan
diantara dingin menjekut
beralas rumput berembun

kemana riang
kemana tangis
aku dan kunang-kunang
terpaku memeluk renung
terpesona laksana malam

hanya semilir nan merdu
datang dari taman edelweis
ribuan tapak
dari cemaraku

hanya aku ragu
masihkah kuhidup setahun lagi…

Tuesday, July 24, 2007

di Dalam Janji

Ar-Rahman…
Di sepertiga malam
Di penghujung fajar
Di pergantian senja
Di tiga kali doa tulusmu

Tentang sebuah kemurahan
Bersua Padang Arafah
Mengintip Surga Al-Kautsar
Di satu sisa umur

Di sewindu itu
Tuhan mendengar
dalam liatmu pun…
78 Kalimat itu memanggil

Adakah yang masih engkau dustai…
Fabiayyi aalaaairobbikumaa tukadzdzibaan

Monday, July 16, 2007

Demi Segala Kesucian...

Jika putih itu tlah menjadi kelabu
Tertundukku di atas permadani usang…
dan…langitpun menjauh…
Daun-daun runtuh terselip di sayap mega
Terkoyak rikuh butiran air hujan
Masih separo perjalanan ini…

Di atas permadani usang
Terseru menengadah
Kelabu yang fatamorgana
Menjadi tirai untaian senyum mega
dan…langitpun sejengkal kepala

Semua mengangguk syahdu
Syahdan mantra mengalir lembut
Laa Illaha Illallah…

Segara pun menyeruak jagad raya
Juru Selamat terlahir kembali…
Pelangi pun bertautan
Terpaku dalam lafadz…
Alif—Lam—Lam—Ha…..A..L..L..A..H!
Adakah kau rindu bersimpuh…

(sby, 26/1/07--10:00pm)
PS: hate me 4all the things i didn't do 4u

Thursday, July 12, 2007

Menengok Firasat, Menjemput Takdir!

Waktu adalah milik Illahi
Berputar dalam keheningan
tergilas dalam keramaian

Kehidupan… Kematian…
Hanyalah sebuah drama
Yang terbungkus sebagai rahasia

Kehadiran (mungkin) terlupa tawa
Tapi kepergian takkan terlupa tangis!
Menyesak… Menyisa air mata
Melebam… Tapi ‘kan pulih
Terlupa waktu!
Yang pernah ada hanya ‘kan ada di hati
Terkunci hanya di ingatan

Bersama takdir…
Yang menyerta perbuatan
Yang melekat bersama keikhlasan
Tersembunyi …
(kembali) menjadi rahasia
Yang hanya ternilai oleh Tuhannya
Yang hanya tak terlupa Tuhannya
Sekecil biji sawi pun!

Kebaikan hanya serupa semu
Menghitung kebaikan
Hanya serupa laknat
Kebaikan yang tak berharap
Hanya tunduk dalam kepasrahan

Bagaimana kau kata takdir
dalam hidup mati yg datang & pergi sekejap
Bersama tragedi?
Bersama org2 yang engkau cinta?
Bagaimana kau kata takdir
dalam kebaikan yg berakhir tragis

Atau manusia sampai di kebutaan lain
Di kebaikan (semu) yang kau sebut
Akankah kebaikan abadi berakhir tragis?
Adakah janji yang belum terbayar?

Tanyakan pada Tuhanmu
Sejauh mana IA membentang misteri
Sejauh mana IA menitip firasat
Pada orang2 yg IA cinta
Ketika malaikat siap menjemput

PS: Inna Lillah wa Inna ilaihi Roji'un
abang Taufik Savalas...

Thursday, July 5, 2007

7 Kali 7 Rupa

Kembang setaman
Kembang tujuh rupa
Di jernih telaga
Di tujuh kali basuh tubuhmu
yang berharap keelokan

Seuntai kenanga
Seuntai bulir padi
Menyerta tidurmu

Mereka datang…
Meloncat girang
Menciumi wangimu
Memanggil namamu
di tujuh kali ujung malam

Sejuta keelokan itu…
datang tak kasat mata
Lewat pintu kegaiban
Lewat tujuh wanita tanpa rupa
Mencengkeram jiwamu
Menyeringai pada yang lain

Hanya rautmu tercekat
Di jerit tak bersuara
Di sepertiga malam
Engkau terjaga
“Kembang setaman” itu “menyeruak”
tak rupa kembang tidur!

NB: Adalah kisah dibalik ritual pemilik salah satu janavesse beauty spa lewat kuasa gaib. Ketika penulis menyerta & mengambil gambar di tiap detil ritual mereka. Sesungguhnya, kegaiban itu akan menyerta diantara kamu yang mempercayai maupun yang tidak. Lewat cara dan kuasa apapun, manusia akan selalu punya pilihan. Namun hanya manusia yang baik yang akan mendapatkan pilihan terbaik di mata Tuhannya...

La Muerte

Keranda berbunyi nyaring
Melintasi temaram
Vacío! Kosong!

Mencari semerbak harum
Menawar kepergian
Mengetuk urat nadi

Kegetiran menyergap
Satu diantara kamu
Berteman keranda

Sebuah teka-teki
Kepastian dalam ketidakpastian
Aku, kamu, atau dia
Segera berbisik dalam keranda
Tamasya diantara langit