Saturday, December 21, 2013

Selamat Jalan Pak Ali..

Kerut di wajahmu belumlah banyak
Hanya uban yg kian tak terhitung
Usiamu jauh melesat menyamai ayahku

Santun dan ramah
Jujur dan berani
dengan bahasa yg tak berjarak
Pada siapapun

Aku tak terlalu dekat mengenalmu
Hanya beberapa kali perbincangan
Saat kita masih menggunakan jubah yg dulu
Aku dg jubahku
Engkau dg jubahmu
sebagai pejabat publik

Tuhan mempertemukan kita kembali
yg ternyata itu kali terakhir
Ketika kita jauh berada di negeri seberang
Madinah-Mekkah

Selamat jalan Pak Alisyahbana...
Doa kami menyertaimu
Innalillah wainnailaihi rojiun

Friday, December 20, 2013

Kepada Kawan

1 Senja di 6 Purnama
Kita cukupkan sua kemarin
Bersama raut wajah
dan hati yg saling berdegup

Legit
Bersama waktu

Singkat
Membungkus kesan
Tepat di jantung hati

Jika waktu berputar kembali
Bolehkah kubingkaikan
Cerita kita

Di sudut jiwa yg saling mengisi
di antara detik pergantian senja

-pengujung Desember-

Friday, November 22, 2013

Skip

Can I skip over you like a spacebar?

I have something
to say...
to give...
But only yesterday
and maybe that something
has turn into nothing now

I wish I keep thinking
it's not goodbye
It is a time to fly
But.....

*your June*

Friday, November 8, 2013

13 Purnama *아비*

Waktuku tak banyak
Bersamamu
Saat ini
hanya 13 purnama lagi
aku bisa melihatmu
Mungkin...

Masih banyak kata
jika kau mau
Aku luangkan waktu
jika kau minta
Pasti...

Di purnama 14 atau 15
Aku akan pergi
Bersama jejak kaki
Jauh ke utara
negeri orang
Bersama separuh hati
yang kutitipkan di sini
padamu

Terima kasih
telah mewarnai lembaran ini

tertawa berdegup bersama
melintasi 3 senja 
stiap pekan
Menuliskan ribuan syair di hati
yang nyaring menjelang fajar


You'll still live in me

Negeri 4 musim

Sebuah cerita tentang negeri 4 musim
dan tubuh yg membeku di antara salju
bersama oak yg tak lagi ramah
rindangnya tertutup es
Aku berdiri di sana

Sebuah negeri yg sejengkal kutub
Menggigil mengoyak rusuk
Setiap menit setiap detik
Mentari malu-malu menyengat

Sebuah negeri yg jauh dari angan
Asing
Menerobos mimpi

Tapi adzan masih di sana
Sayup terdengar
dari sudut flat mungil
aku merenda hari

Wanita berkerudung yg lalu lalang
Congkak menengadah berjalan
Tegap gegap sigap
Potret yg sungguh berbeda
dari orang2 negeriku

Ah, aku pasti rindu

Thursday, November 7, 2013

Dialek Kedaerahan ala JTV dan TransTV

Dubbing film menggunakan bahasa atau dialek kedaerahan memang sesuatu yg unik. Meski kadang kedengeran aneh tapi boleh dibilang itu bagian dari kreativitas. Ketika stasiun TV lokal Sby yakni JTV kali pertama meluncurkan film bule dengan alih bahasa atau dubbing bahasa Suroboyoan bbrp tahun silam, respons pemirsa sangat beragam. Awalnya banyak yg suka karena sangat menghibur. Pilihan kata yg tdk biasa membuat perut pemirsa terpingkal-pingkal. Contoh salah satu dialog dalam adegan Knight Rider : Michael Knight "Aku sakjane wes suwi perhatian karo peno, tapi wedi mbek bapakmu" // "Lha lapo wedi, nek perkoro ngono gak usah sungkan cak. Langsung ae!" ujar teman wanita Knight saat mereka berkencan di tepi danau. Membayangkan bagaimana pasangan bule berdialog dg bahasa Jawa saja tak sanggup menahan tawa. Ini benar2 menghibur. Tapi ketika JTV semakin tidak serius dalam mengemasnya maka pemirsa pun juga kian tidak serius menanggapinya. Film-film yg diangkat kelewat jadul sehingga kurang menarik, jam tayang juga tidak konsisten. Contohnya Knight Rider itu, film tsb tayang di awal tahun 90-an dan diputar oleh JTV di pengujung tahun 2010. Maka jangan harap ada iklan nongol saat tayangan tsb. Kesan yg tersirat, stasiun televisi ini memang low budget.

Kembali soal topik dialek kedaerahan dalam dubbing film, TransTV baru-baru saja menayangkan drama korea (k-drama) That Winter The Wind Blows di jam prime time 18.00-19.00 setiap Senin-Jumat sejak 4 November. Saya tergelitik ketika hari ini kali pertama melihat dan mendengar banyak kata "lo" "gue" "gile aje" sepanjang tayangan tsb. Maksudnya apa berupaya mengemas dialog itu seperti dialog dalam sebuah sinetron ala Jakarta? Dibikin agar lebih membumi sehingga dubbingnya di-Betawi-kan? Lucu sih. Kreatif juga. Apalagi ketika TransTV berusaha tampil beda dg menggandeng para artis ibukota sebagai dubber dalam tayangan tsb. Ini sebuah inovasi. Sebab, kita tau salah satu stasiun televisi yang paling konsisten terhadap tayangan K-drama sejak dulu adalah Indosiar (plus dulu ANTV). Model dubbingannya Indosiar sudah akrab di telinga. Menggunakan pilihan kata EYD. Pengaturan jedanya pas dan penyambungan dialog juga terlatih. Namun ketika model dubbing k-drama TransTV berusaha tampil beda dari drama beralih bahasa lainnya dg menyertakan "lo" "gue" agaknya TransTV gagal menghibur para pecinta drama korea. Drama yg dipilih memang relatif baru, tayangan SBS awal 2013 dg para pemain yg tdk asing di layar kaca k-drama macam Song Hye Kyo, Kim Bum, Zo In Sung. Namun ketika kreativitas dalam penyajian drama tsb kurang dikemas dg matang, akhirnya hanya akan menjadi tayangan yang latah. Dipaksakan. Ikut2an tren k-drama stasiun tv sebelah. Kesannya TransTV ogah dibilang ketinggalan tren korean culture. Ini patut disayangkan.

Wednesday, October 30, 2013

Madinah

Agak ωoω juga baca berita ini. Bukan apa2 sih, bacanya aja langsung kebayang gimana pas saya di Madinah kemarin. Siapa coba yang ngga pengen ngliat percetakan Al Quran terbesar di dunia. Tapi berhubung pemerintah Saudi diskriminatif ama pere (cew ato wanita) jadi ya saya n pere2 lain dalam rombongan ngga bisa masuk. Ngga dikasi Al Qurannya pula. Beda ama yang cowo2. Sejam qt nunggu d dalam bis, eh mereka keluar dg sumringan sambil menenteng Al Quran gratisan gitu. Duh ngiri. Lebih ngiri lagi, baca berita itu, si wartawan LKBN Antara yg bisa masuk dan wawancara, boleh foto2 prosesnya pula. Gratis itu. Pasti boleh.

Soal diskriminatif emang ngga bisa diganggugugat. Negara Islam. Maklum. Ajaran ini menjadikan wanita di posisi subordinat. Ngga heran, nyetir mobil aja dilarang klo di Saudi. Wanita jg ngga bole belanja sendirian ke supermarket ato pasar. Yang belanja suaminya ato anak lakinya ato siapa aja yg laki. Alhasil, pas saya puter2 jalanan pake "angkot" sewaan ngga ada tuh wanita berkeliaran kek di Indo. Pedagang di pasar juga lekong semua. Ckckckck.. 

Kubilang "angkot" krn emang mobil butut itu sengaja di-ojek-kan one-on-one, bkn rame2 kek bemo ato mikrolet. Super butut mobilnya, dan rata2 yang disewain emang butu smua. Nyari mobil ginian ni byk di Saudi. Di pinggir2 jalan tau2 uda berjajar rental mobil butut. Gambarannya kek mobil2 di film koboy tahun 50-an gitu lah. Muat 5-6 orang (depan 2-3 orang, belakang 3 orang). Knalpotnya nyaring, tapi merek mobilnya apa ya.. nggatau lupa. Ngga terkenal pokoknya.

Ngiri bisa masuk ke percetakan Al Quran, emang sih percetakan itu dibikin sbg wisata (siapapun turis muslim bisa masuk) tapi †ë†ëρ aja pere ngga pernah bisa masuk. Klo mereka khawatir si pere najis lantaran lagi mens tapi ngga jujur, kan ya bisa ditanya ato dg menerapkan mekanisme lain. Jamaah Indo kemungkinan besar jujurlah (menurutku sih), Al Quran kan suci. Berangkat ke tanah suci aja dibela-belain minum pil penunda menstruasi saking pengennya ibadah, apa ya iya masih mo nekad masuk ke percetakan Al Quran dalam kondisi menstruasi?

Saturday, October 26, 2013

Selamat Ulang Tahun Matahariku

Lipatan kertas itu membentuk angka yg cantik
Warna-warni. Tertulis 24 (1989-2013)
Tepat di 10 November nanti 
Lamat-lamat ingatan tertuju 
di 10 November tahun lalu
dan tahun-tahun sebelumnya 
di 10 kali perayaan yang sama

Kemeriahan. Keceriaan. Nyanyian
Suasana heboh saling berebut makanan 
Saling dorong dan tertawa bersama
Belepotan bersama usai doa
Memotong kue dan tumpeng bersama
Ah, saya rindu suasana itu

Benar-benar rindu...
tempat di mana saya pernah "dibesarkan"
Tempat di mana saya pernah menimba ilmu
tentang hidup dan berlembar2 rupiah
Tempat di mana saya 
menemukan kepercayaan diri 
Tempat di mana saya 
menjadi dikenal dan mengenal banyak orang 
Membawa namamu turun ke jalanDiantara pergantian yang silih berganti

Terima Kasih Matahariku
Telah menjadi bagian hidupku
Menyatukan jiwa2 yang berserakan
Satu diantara seribu kesempurnaan
Merentang bersama jutaan alpa
Aku mengertimu
dalam kerinduan dan haru ini
Ketika tak lagi bersamamu

Wednesday, October 23, 2013

Vicky Tukul Cesar

Bahasa yg salah kaprah emang selalu gampang diinget. Siapapun pencetusnya. Vicky, Tukul, bahkan Cesar si Goyang Cesar. 

Pengen jadi tren emang hrs beda. Unik. Punya kekhasan. Ntah khasnya itu sesuai kaidah ato khas yg ekstrim yakni khas(po). Kaspo (baca: mbujuk ato bo'ong dlm bhs Jawa). Lha yang es-te-de dimana2 sulit diinget sih.

Klo Vicky beken dg kamus "intelektualnya" (statusisasi, labil ekonomi, kemakmuran hati, dll) lalu Tukul beken dg bhs prokem Inggris-Jowo (underestimate jadi anderstimit) maka Cesar beken dg Keep Smile-nya (yg seharusnya Keep Smiling - keep adalah sesuatu yg continue doing something, maka keep+verb+ing).

Awalnya gatel juga denger bahasa pengawuran. Mikirnya msti dua kali. Mengernyitkan dahi. Tapi ktika hal itu mjd lelucon massal, konteksnya jd beda. Eniwe, apapun celah dlm "kosakata gaul" tsb patut diapresiasi tokoh yg ada di baliknya. Memberi warna di ranah hiburan. Sebab, pengawuran kadang bisa bikin ketawa kita konsisten.

Ya kan ngga pernah ada kata "dosa" atas sebuah ketidaktahuan. Everything in between lah brow! 

Tuesday, October 15, 2013

Eid al-Adha

Selamat Idul Adha. Selamat Berlebaran Haji, bagi yang merayakan. Seperti biasa, saya memilih tidak memakan daging qurban kali ini. Vegan seharian (vegan : sebutan bagi kaum vegetarian). Ingatan saya masih trauma dg kejadian seekor kambing yg disembelih dengan dikalungi nama saya pake tali rafia dan kertas karton. Ya Allah teriakan suaranya ngeriiiiiii. Saya benar2 merasa bersalah membuat sakaratul mautnya dipercepat. Meski matanya menutup diantar doa, saya langsung pulang nangis dan ngga tega lagi makan daging qurban.

Jadi inget kicauan @sudjiwotedjo: Apa betul tafsir menyembelih hewan itu menyembelih sifat hewani dlm diri kita? Bukankah hewan lebih mulia, makan kalau laper aja dll #bingung. Penafsirannya memang tidak sesederhana itu. Ada banyak sekali filosofinya. Tapi maaf saya ngga akan membahas agama secara detil, mengingat saya memeluk agama ini juga belum lama. Filosofi berqurban yg lebih mudah saya pahami adalah konteks berbagi dengan sesama. Berbagi apa yg kita cintai yakni harta. Jadi, manusia emang cinta banget ma harta ya? Iya. Sebab, berbagi pacar apa mungkin? Hehehehe.. piss ah! Serius amat.