Siang itu, dalam obrolan ringan dg seorang kawan yg juga head dept di kantor dan kebetulan dia laki-laki. Topiknya adalah perselingkuhan di dunia kerja. Lagi marak. Wabah? Virus? Habit?
Seorang karyawan yg baik, belum tentu seorang suami yg baik, dan sebaliknya.
Seorang anak yg baik di mata orangtuanya, belum tentu seorang pimpinan yg baik dalam perusahaannya, dan sebaliknya.
Mutasi seringkali mjd alasan mengapa salah satu pasangan harus resign dari pekerjaan. Hidup yg semula double income mjd single income sangat tdk mudah di kota besar.
Namun, bagi mrk yg menganggap bahwa keluarga adalah investasi yg tak ternilai maka hidup dg single income adalah pilihan yg terakhir.
Double income dan hidup berjauhan dari keluarga adalah pilihan yg berat. Masih kata dia, kecuali klo tiap bulan ada budget cukup utk bersua anak istri. Itu cerita lain.
"Sekuat2 laki2 klo jauh dari istri bahaya," hot papa itu menegaskan. Banyak teman demikian terbuka bercerita tentang perselingkuhannya. Bukan bangga, hanya gaya bertutur seorang dewasa membuat saya bisa membedakan dari gaya yg sok2an.
Ada banyak pelaku perselingkuhan yg tdk pernah terencana, sedikit mengendap-endap dan berusaha tampil wajar tak kebablasan. Kasak-kusuk sering menguap sbg gosip tanpa klarifikasi. Ada yg kepo. Ada yg cuek. Ada yg arogan klarifikasi.
Masih soal cerita tentang teman di kantor. Entah hubungan keduanya smpe sejauh apa, si manajer wanita yg satu ruangan dg saya dan manajer laki2 jauh di kantor pusat. Hubungan yg sdh lama (ternyata), terendus olehku ketika mrk sering bertelpon mesra di sela jam kantor.
Entah apa yg dilakukan si manajer wanita ini dg selungkuhannya sehingga kemudian Tuhan dg keras menegurnya dg cara mengambil nyawa sang suami dalam sebuah kecelakaan tunggal. Si wanita inipun syok berhari2 spt org linglung.
Saya jd ikut termenung. Apakah Tuhan sdg memberitahukan padanya agar lebih menyayangi apa telah diberikanNya selama ini yg bernama pendamping hidup?
*Saya, yang tak sempurna dan tak hendak menghakimi siapapun.
Showing posts with label lifestyle. Show all posts
Showing posts with label lifestyle. Show all posts
Wednesday, September 27, 2017
Saturday, September 16, 2017
Catatan Syukur
Embun belum beranjak
membalut dendam kemarin
Tepat di antara kepergian itu
yang bisu
entah seharusnya indah
Sebaris kalimat
Catatan syukur
Di langit pagi
Terukir di tengah awan
Haruskah girang?
Atau meratap?
Bisikkan pada Tuhan
Kemarin, kupetik rembulan itu
Kugenggam
lalu kumainkan di tangan kanan
Tepat sebelum "Catatan Syukur"
terlihat di langit pagi
Pertanda baik?
Dendam harus luruh
membalut dendam kemarin
Tepat di antara kepergian itu
yang bisu
entah seharusnya indah
Sebaris kalimat
Catatan syukur
Di langit pagi
Terukir di tengah awan
Haruskah girang?
Atau meratap?
Bisikkan pada Tuhan
Kemarin, kupetik rembulan itu
Kugenggam
lalu kumainkan di tangan kanan
Tepat sebelum "Catatan Syukur"
terlihat di langit pagi
Pertanda baik?
Dendam harus luruh
Friday, September 1, 2017
Status di Medsos Lebih Penting?
Knapa saya jadi geli sndiri...
Pagi itu mendapat banyak invitation melalui email dari sebuah medsos bernama Linked dari bbrp kawan. Saya bukan org yang memiliki tingkat kepercayaan diri yg cukup bagus. Mski kdg rasa pede itu muncul, tp sering diselimuti rasa bersalah.
Saya klik beberapa diantara profil2 mereka, ada yg bangga menampilkan citra diri dengan menulis sederet jabatan dari yg tahun kapan smpe yg kekinian. Ada yg bangga cuma dg menuliskan jabatan manager tapi entah kerja di perusahaan macam apa dan gaji berapa. Ada yg asal2an ato sekedarnya mendeskripsikan diri tapi sejatinya saya tau dia memiliki tugas dan salary yg bisa dibanggakan.
Apakah saya adalah bagian dari manusia lawas yg menilai kepedean seseorg dengan label alay? Kata seorang kawan senior di dunia politik, dalam politik org justru harus bisa "menjual diri" agar org mengenalmu. Asal jangan kelewat batas. Celakanya, batasnya ini berada dalam tolok ukur yg sangat subyektif.
Menjual diri sah-sah saja asal sebanding dg kenyataannya, kata dia. Nek kebangetan iku jenenge dodol abab. Saya jd ingat seorang kawan bernama Yessi yg saya kenal ketika di Seoul. Bagi saya dia wanita hebat. Kala itu, di akun FB nya dia hanya menyebut dirinya lulusan sebuah SMA swasta di Jkt. Wkt saya kenal, dia sdg menempuh beasiswa di Belanda yg sistem beasiswanya bukan full scholarship. Jurusan IT Bisnis. Kebetulan wkt itu dia lagi magang di Seoul 6 bulan. Kini dia bertunangan dg pria Prancis yg rupawan. Yessy tak pernah ubah status apapun di medsos, tp foto2nya cukup bercerita bahwa wanita sederhana itu bukan sembarangan wanita.
Tuesday, June 27, 2017
June 18th
Dua kado termanis 18 Juni 2017
Dari dua wanita "malaikat" Tuhan
Kebersamaan di Lauk Pauk
dengan saudara baru
menandai awal perjalananku
di karir yang lain
Pesan singkat dari jauh
yang memberiku tiket gratis
berjumpa kembali dengan baitullah
Terima kasih Yaa Allah...
Dari dua wanita "malaikat" Tuhan
Kebersamaan di Lauk Pauk
dengan saudara baru
menandai awal perjalananku
di karir yang lain
Pesan singkat dari jauh
yang memberiku tiket gratis
berjumpa kembali dengan baitullah
Terima kasih Yaa Allah...
Monday, June 20, 2016
Rindu Tanah Air
Musim dingin ini lebih lama
hingga siang terasa singkat
Tubuh setebal berjaket-jaket
Kaki tertutup tinggi
Sepatu-sepatu kulit nan hangat
Tak ada adzan bersaut-saut
Seperti negeriku yang ramah
Semua berjalan cepat, menengadah
Tegak serupa congkak
Tak tengok siapa kiri kanan
Embun menyerta di mulut setiap cakap
Dingin. Beku.
Kulit terasa pecah berdarah
Ah, perapian kayu ini tiba2 menjadi mahal
Harusnya bertumpuk kayu kubeli
Jauh sebelum dingin tak bersahabat
Harusnya mesin pendingin penuh makanan
Jauh sebelum bongkah es meremukkan tulang
Akankah aku bertahan di sini
hingga siang terasa singkat
Tubuh setebal berjaket-jaket
Kaki tertutup tinggi
Sepatu-sepatu kulit nan hangat
Tak ada adzan bersaut-saut
Seperti negeriku yang ramah
Semua berjalan cepat, menengadah
Tegak serupa congkak
Tak tengok siapa kiri kanan
Embun menyerta di mulut setiap cakap
Dingin. Beku.
Kulit terasa pecah berdarah
Ah, perapian kayu ini tiba2 menjadi mahal
Harusnya bertumpuk kayu kubeli
Jauh sebelum dingin tak bersahabat
Harusnya mesin pendingin penuh makanan
Jauh sebelum bongkah es meremukkan tulang
Akankah aku bertahan di sini
Label:
contemplation,
dream,
lifestyle,
my thoughts,
occurence,
school,
work
Sunday, June 19, 2016
American Culture
"American Culture" - a book he gave to me in my dream last night.
Dia (P.Naya) almarhum dosen pengajar mata kuliah "HASB" pas kuliah. Sumpah bukunya bagus banget, hard cover, colorful.
Tapi belum sempet buka tiba-tiba satu lagi dosen kuliah saya Sri Moerdijati memanggil dan hendak memberikan buku Komunikasi AntarBangsa lalu mempersilahkan saya memilih koleksi yang lebih lengkap tapi di rumahnya.
America. The country that I've never been visited ever! Semoga ini firasat baik.
Dia (P.Naya) almarhum dosen pengajar mata kuliah "HASB" pas kuliah. Sumpah bukunya bagus banget, hard cover, colorful.
Tapi belum sempet buka tiba-tiba satu lagi dosen kuliah saya Sri Moerdijati memanggil dan hendak memberikan buku Komunikasi AntarBangsa lalu mempersilahkan saya memilih koleksi yang lebih lengkap tapi di rumahnya.
America. The country that I've never been visited ever! Semoga ini firasat baik.
Label:
contemplation,
dream,
gado-gado,
lifestyle,
my thoughts,
occurence,
song,
work
Wednesday, May 11, 2016
Skip Dagangan Model Spam
Adakah cara berjualan yang lebih elegan di era digital ini selain broadcast message di BBM/WA ato invite group? Tak sedikit orang yang menginginkan cara instan agar dagangannya cepet laku. Tapi jangan lupa, tak sedikit pula yang jengah dijejali informasi dg cara seperti itu.
Ada banyak media yang bisa dimanfaatkan. Klo mau gratisan, buatlah akun di jejaring sosial. Hargai kenyamanan org lain. Ketika sebuah model berjualan sudah menjadi jamak, org akan jenuh sehingga ketika mendapat penawaran serupa akan dianggap sebagai spam.
Saya akan lebih menghargai model berjualan dengan mengganti DP BBM pd akun pribadi seseorang, meskipun cara konservatif ini juga menjemukan. Namun, ini lebih menghargai privacy orang lain ketimbang broadcast message (BM) dagangan spam.
Beruntung teknologi BBM saat ini dilengkapi dg fitur "hide all feed /hide display picture feed" - Anda tinggal pilih dan klik, maka Anda tdk lagi mendapatkan update status/DP teman di akun BBM Anda tanpa harus delete contact.
Ada banyak media yang bisa dimanfaatkan. Klo mau gratisan, buatlah akun di jejaring sosial. Hargai kenyamanan org lain. Ketika sebuah model berjualan sudah menjadi jamak, org akan jenuh sehingga ketika mendapat penawaran serupa akan dianggap sebagai spam.
Saya akan lebih menghargai model berjualan dengan mengganti DP BBM pd akun pribadi seseorang, meskipun cara konservatif ini juga menjemukan. Namun, ini lebih menghargai privacy orang lain ketimbang broadcast message (BM) dagangan spam.
Beruntung teknologi BBM saat ini dilengkapi dg fitur "hide all feed /hide display picture feed" - Anda tinggal pilih dan klik, maka Anda tdk lagi mendapatkan update status/DP teman di akun BBM Anda tanpa harus delete contact.
Monday, July 20, 2015
Lebaran
Nothing's horrible than thef and robbery involving violence during Lebaran. Over and over again in every year holy month Ramadhan. Welcome to my country. Kejadian ini selalu menakutkan bagi banyak pihak, termasuk saya yg feeling insecure klo bepergian jelang Lebaran. Orang nekat melakukan tindak kriminal demi sejumlah uang untuk Lebaran.
Lalu kenapa Lebaran jadi alasan? Memang ada yang bisa nolak tradisi? Tradisi pulang kampung, beli baju baru, motor baru, mobil baru, gadget baru, perhiasan baru, ngasi THR buat ponakan dan anak-anak kecil di sekitar rumah yang biasanya "unjung-unjung."
Bagi banyak orang muslim, Lebaran selalu extra cost. Cost to celebrate the Ied. Merayakan kemenangan setelah sebulan menahan hawa nafsu. Berangkat dari esensi ini, setiap org bebas memaknainya. Tapi entah kapan tradisi "extra cost" ini bermula, yang pasti smpe detik ini banyak orang masih mengamininya.
Religion and tradition. Tradisi serba baru yang disimbolkan dari apa yang nampak, ngga pernah saya ikutin. Cuma tradisi berbagi THR dan pulang kampung masihlah gw aminin. Sejak dilahirkan dari kedua orangtua yang nonmuslim, tradisi semacam ini saya maknai sendiri.
Lantaran ada extra cost ini, lantas perusahaan memutuskan memberi THR 1x gaji terhadap karyawannya alias gaji ke-13 bagi PNS. Sometimes, Eid is just an annual celebration. Family gathering, eat local food called "ketupat opor ayam," ask for forgiveness, and gift of money for children.
Namun, menolak tradisi semacam ini agak susah terurama bagi mereka yang ngga punya kerjaan tetap ato bahkan pengangguran. Maka extra cost didapat dg cara2 yang menyedihkan. Hitung ada berapa banyak motor hilang di deretan kompleks kos2anku jelang Lebaran kemarin.
Laptop, HP, kamera, duit, raib semua di dalam kamar karena kemasukan maling. Jambret merajalela di jalanan ngga kenal waktu. Perampokan toko emas terus aja bergulir. Di waktu yang sama, polisi dg seenaknya mengumumkan angka kriminalitas dari tahun ke tahun turun. Turun dari Hongkong? Yakeles ngga ada laporan diartiin ngga ada kriminalitas. Lu aja yg kurang patroli bos. Tuh orang teriak2 kejambretan di jalan sering pada ngga lapor. Lapor juga percuma kali ya, buat statistik doank.
Jadi Lebaran ngga cuma extra cost tapi juga ekstra waspada. People sometimes, will do everything to celebrate tradition just because they want to be considered as normal people. Bagi muslim newbie seperti saya, klo ngga salah memaknai esensi perayaan Idul Fitri : Merayakan kemenangan atas kehidupan dan pribadi baru yang lebih baik. Lahir menjadi manusia baru yang lebih suci.
- Happy Eid Mubarak 1436 H -
Lalu kenapa Lebaran jadi alasan? Memang ada yang bisa nolak tradisi? Tradisi pulang kampung, beli baju baru, motor baru, mobil baru, gadget baru, perhiasan baru, ngasi THR buat ponakan dan anak-anak kecil di sekitar rumah yang biasanya "unjung-unjung."
Bagi banyak orang muslim, Lebaran selalu extra cost. Cost to celebrate the Ied. Merayakan kemenangan setelah sebulan menahan hawa nafsu. Berangkat dari esensi ini, setiap org bebas memaknainya. Tapi entah kapan tradisi "extra cost" ini bermula, yang pasti smpe detik ini banyak orang masih mengamininya.
Religion and tradition. Tradisi serba baru yang disimbolkan dari apa yang nampak, ngga pernah saya ikutin. Cuma tradisi berbagi THR dan pulang kampung masihlah gw aminin. Sejak dilahirkan dari kedua orangtua yang nonmuslim, tradisi semacam ini saya maknai sendiri.
Lantaran ada extra cost ini, lantas perusahaan memutuskan memberi THR 1x gaji terhadap karyawannya alias gaji ke-13 bagi PNS. Sometimes, Eid is just an annual celebration. Family gathering, eat local food called "ketupat opor ayam," ask for forgiveness, and gift of money for children.
Namun, menolak tradisi semacam ini agak susah terurama bagi mereka yang ngga punya kerjaan tetap ato bahkan pengangguran. Maka extra cost didapat dg cara2 yang menyedihkan. Hitung ada berapa banyak motor hilang di deretan kompleks kos2anku jelang Lebaran kemarin.
Laptop, HP, kamera, duit, raib semua di dalam kamar karena kemasukan maling. Jambret merajalela di jalanan ngga kenal waktu. Perampokan toko emas terus aja bergulir. Di waktu yang sama, polisi dg seenaknya mengumumkan angka kriminalitas dari tahun ke tahun turun. Turun dari Hongkong? Yakeles ngga ada laporan diartiin ngga ada kriminalitas. Lu aja yg kurang patroli bos. Tuh orang teriak2 kejambretan di jalan sering pada ngga lapor. Lapor juga percuma kali ya, buat statistik doank.
Jadi Lebaran ngga cuma extra cost tapi juga ekstra waspada. People sometimes, will do everything to celebrate tradition just because they want to be considered as normal people. Bagi muslim newbie seperti saya, klo ngga salah memaknai esensi perayaan Idul Fitri : Merayakan kemenangan atas kehidupan dan pribadi baru yang lebih baik. Lahir menjadi manusia baru yang lebih suci.
- Happy Eid Mubarak 1436 H -
Sunday, July 19, 2015
Turkish Wave
Satu-satunya sinetron ato drama ato apalah namanya cerita bersambung yg paling suka saat ini cuma K-Drama. Itupun streaming di Youtube. Sejak tv kurang menarik, semua tontonan beralih ke layanan data. Tapi, ngga sengaja kemarin pas pulang liat TransTV di kamar ada cuplikan "Cinta Bersemi di Musim Cherry (CBdMC) " Segera. Begitu tulisan di layar tv. Insert kalimat dubbingnya, itu serial drama asal Turki.
Aha, televisi qt mulai kecanduan drama Turki? (do not confuse with Dramaturgi hehe..) Entah kpn awal masuknya sinema asal negeri kebab ini kali pertama, tiba2 pemilik stasiun tv qt mengadopsinya secara berjamaah. Seperti demam telenovela dulu, lalu drama India, lalu Korea, lalu India lagi, kemudian Turki. Agaknya, budaya Eropa Timur mulai menginvasi layar kaca Tanah Air.
Then movie/drama become the right tool for acculturating values? Yes, it's time for Turkish Wave, just like Korean Wave years ago. Sejak King Suleiman, lalu Elif, sekarang CBdMC, drama2 Turki mulai diakrabi pemirsa. Para pemilik stasiun tv menangkap kejenuhan penonton terhadap tayangan2 Hollywood sbg peluang dg menghadirkan sinema2 dari negara yang selama ini tak lazim. Berhasilkah menaikkan rating? Probably. Because there's so many commercials which break every few minutes when the drama aired (wish the drama aired without interruption ;).
Drama and culture. Seni adalah bagian dari budaya.Tengok saja di setiap tayangan drama dari negara berbeda, ada berapa simbol2 baru yang dipertontonkan. Mulai musik, fashion and accessories, dialek dan istilah khas lokal (khusus drama/film yg tdk dialihbahasakan), gadget, hingga arsitektur bangunan yg mjd setting drama.
Agak sulit menelusuri drama CBdMC lewat google. Tertarik karena salah satu pemainnya kece, searching di mesin pencari google malah bikin desperate. Meski akhirnya nemu, kendala bahasa sempet bikin gagal fokus. Ok, Kiraz Mevsimi (Cherry Blossom), dibintangi model macho bernama Serkan Cayoglu, 28 th.
Pria2 Turki emang omaigosh. Inget wkt umroh di Masjidil Haram 4 th lalu, tiap noleh ke kiri kanan papasan ama pria2 Turki selalu bergumam Subhannallah. Mba Lili, temen sekamarku yang qt tawaf selalu barengan cuma bisa senyum2 manggut2. Baru tau ya neng? Si elok bermata biru ngga cuma punya bintang Hollywood, kata dia. Ah, i c.
Dunia google bikin hidup tak lagi berjarak. Asal masukkan keyword yang tepat, semua informasi dalam genggaman. Kendala bahasa, tinggal klik google translate. Meski terjemahannya ngga selalu tepat, minimal org awam bisa belajar dari mesin penerjemah ini.
Saturday, July 18, 2015
Subway. KRL. Commuter
Mimpi punya subway seperti di Korea boleh donk. Ngga perlu yg hrs underground, stasiun ngga kumuh, keretanya bersih, wangi, penumpangnya tertib dan kece2. Mimpi banget tuh. Tapi minimal, di area stasiun dilengkapi subway refund machine alias deposit refund machine gitu. Lebay ngga? Investasinya gd sih, tapi menurutku itu bakal sangat membantu. Kadang suka kesian aja ngliat penumpang KRL antre panjang cuma mau refund tiket. Iya. Demi duit Rp 11.000 rela antre setiap kali pake KRL.
Beli donk ya tiket yg gocap-an itu. No expired date, tinggal top-up berapapun, cuma ninggal saldo Rp 20.000 yg ngga bisa di-refund. Tapi ternyata, masih banyak org qt yg ngga berpikir praktis. Apa ngga pusing tiap kali perjalanan harus antre buat refund doank? Berapa banyak waktu kebuang? Capeknya antre berdiri juga ngga ketulungan. Belum lagi klo pas panas terik. Klo loketnya di dalem stasiun masih oke. Adem. Klo yg nempel doank di pinggiran bagian luar stasiun, itu yg susah.
Pernah juga ngalamin yang beginian. Tapi ngga tahan juga akhirnya beli yg gocap. Praktis. Daripada tiap perjalanan beli tiket (dalam bentuk commuter electronic card berisi saldo tertentu) lalu pulangnya harus refund secara manual. Antre. Capek. Yah, moga2 aja someday pemerintah bisa beli deposit refund machine buat ngurangin antrean. Kesian masyarakat yg ngga punya duit. Mereka cuma bisa ngandelin moda transportasi massal yg pelayanannya belum bisa maxi.
Klo di Korea punya subway, qt punya KRL. Kereta Rel Listrik (Commuter Line). Uda byk kemajuan juga si, sejak KRL berperasi. Sekarang lebih bersih, lebih aman, meski penumpangnya msh pada norak, meski suplai listrik kadang terkendala jadinya macet. Iya, penumpangnya emang norak. Ngawur juga. Suka dorong2an, desek2an kuatir ngga kebagian seat. Mana barang bawaanya segeda gaban ditaro di lantai kereta donk, bukannya di bagasi kabin kereta. Ditegur petugas malah protes bawaan berat ngga bisa naikin. Hiks.. Apalagi klo brenti di St. Tanah Abang. Alamaak kedesek ama emak-emak yg abis borong dagangan di pasar. Siap-siap aja deh hehehe...
Sampe kapan transportasi massal di negeri ini bener2 nyaman? Butuh waktu puluhan tahun, mungkin. Ngga cuma komitmen pejabat elite. Kata mereka, uda bagus qt punya KRL yang melintas di 72 stasiun (8 stasiun transit) meski baru di wilayah Jabodetabek. Uda bagus qt punya busway, meski baru brenti di 29 halte. Jakarta doank. Nasib kota lain? Coba situ tanya ke pemkot/pemkab setempat ^_^
Beli donk ya tiket yg gocap-an itu. No expired date, tinggal top-up berapapun, cuma ninggal saldo Rp 20.000 yg ngga bisa di-refund. Tapi ternyata, masih banyak org qt yg ngga berpikir praktis. Apa ngga pusing tiap kali perjalanan harus antre buat refund doank? Berapa banyak waktu kebuang? Capeknya antre berdiri juga ngga ketulungan. Belum lagi klo pas panas terik. Klo loketnya di dalem stasiun masih oke. Adem. Klo yg nempel doank di pinggiran bagian luar stasiun, itu yg susah.
Pernah juga ngalamin yang beginian. Tapi ngga tahan juga akhirnya beli yg gocap. Praktis. Daripada tiap perjalanan beli tiket (dalam bentuk commuter electronic card berisi saldo tertentu) lalu pulangnya harus refund secara manual. Antre. Capek. Yah, moga2 aja someday pemerintah bisa beli deposit refund machine buat ngurangin antrean. Kesian masyarakat yg ngga punya duit. Mereka cuma bisa ngandelin moda transportasi massal yg pelayanannya belum bisa maxi.
Klo di Korea punya subway, qt punya KRL. Kereta Rel Listrik (Commuter Line). Uda byk kemajuan juga si, sejak KRL berperasi. Sekarang lebih bersih, lebih aman, meski penumpangnya msh pada norak, meski suplai listrik kadang terkendala jadinya macet. Iya, penumpangnya emang norak. Ngawur juga. Suka dorong2an, desek2an kuatir ngga kebagian seat. Mana barang bawaanya segeda gaban ditaro di lantai kereta donk, bukannya di bagasi kabin kereta. Ditegur petugas malah protes bawaan berat ngga bisa naikin. Hiks.. Apalagi klo brenti di St. Tanah Abang. Alamaak kedesek ama emak-emak yg abis borong dagangan di pasar. Siap-siap aja deh hehehe...
Sampe kapan transportasi massal di negeri ini bener2 nyaman? Butuh waktu puluhan tahun, mungkin. Ngga cuma komitmen pejabat elite. Kata mereka, uda bagus qt punya KRL yang melintas di 72 stasiun (8 stasiun transit) meski baru di wilayah Jabodetabek. Uda bagus qt punya busway, meski baru brenti di 29 halte. Jakarta doank. Nasib kota lain? Coba situ tanya ke pemkot/pemkab setempat ^_^
Sunday, August 10, 2014
Celeb and reality show
Selebriti selalu punya cara unik menghimpun pundi-pundi rupiah dengan menjual namanya. Seperti yang dilakukan Ahmad Dhani. Setelah "menjual" aktivitas anaknya lewat acara "Al El Dul" kini giliran "menjual" nama anak dari hasil perkawinan bawah tanggannya dengan Mulan Jamilah dalam acara "Shafiyah Putri Jamilah" dengan pemeran utama Shafiyah Ahmad. Lucu memang, menggemaskan pula bocah berusia 3 tahun itu. Jujur saya baru tahu acara itu hari ini (Minggu 10/8/2014) jam 14.30 di ANTV. Sejak Jumat kemarin lupa mau liat edisi yang Sabtu. Setelah googling, ternyata acara reality show ini sudah tayang sejak 8 Juni dan tayang setiap Sabtu-Minggu 14.30-15.30 entah sampai berapa episode. Agak telat saya tahunya, mungkin karena sangat jarang nonton televisi. Baru nonton sekarang karena memang sedang libur kuliah.
Liat iklannya sekilas di ANTV ketika hari Jumat kemarin, tiba-tiba saya langsung tertarik dan mencatat di to-do-list dengan alarm agar tidak lupa. Mengapa acara itu menarik? Tayangan itu memang tidak penting, tapi menarik. Mengapa? Sebab, tokohnya adalah anak Ahmad Dhani yang selama ini "disembunyikan." Dalam hati saya berpikir, ANTV berani membeli acara itu berapa ratus juta ya. Aktivitas settingan seorang bocah yang tidak penting, bisa meraup duit ratusan juta. Masih ingat di benak saya, dulu ketika Mulan Jamilah hamil, Dhani bersumbar kalau media ingin tahu siapa ayah bayi yang dikandung Mulan maka harus bersedia membayar Rp 100 juta dan dia akan cerita panjang lebar. Entah gimana kelanjutan cerita ini, yang pasti semua ulahnya membuktikan betapa dia sangat percaya diri. Apapun informasi yg mengalir dari dirinya akan selalu bernilai uang dalam jumlah fantastis. Inilah hebatnya Ahmad Dhani.
Jujur saya bukan penggemar infotainment, tapi tak bisa dipungkiri klo ada banyak sisi menarik dari dunia infotainment yang bisa memancing rasa penasaran orang awam. Orang awam lebih sering kepo pada selebriti maupun tokoh penting. Ketika seseorang sering tampil di publik, seolah2 privacy mereka juga milik publik. Saya bukan penggemar infotainment, hanya pernah meliput bidang infotainment selama 2,5 tahun, kemudian saya meminta pada bos agar saya dipindah di bidang lain karena saya tidak tahan jika harus mengejar gosip yang tidak penting. Bagi saya, menangani halaman infotainment sulit menjadi cerdas, selain tiap hari kita harus memantau gosip atau kehidupan orang lain yang tidak penting. Secara tdk langsung saya "dipaksa" mengikuti ulah selebriti, mengejar sana-sini, telpon sana-sini, ngikutin aktivitasnya, kepo atas privacy orang lain. Bisnis ini memang bernilai uang bagi media massa. Nama selebriti bisa dijual di halaman depan kalau pandai memilih judul yang tepat. Ujung2nya, media memang menjual nama mereka. Tak heran jika selebriti menjadi jual mahal. Ya memang ada yang jual murah, tapi biasanya itu sebanding dengan kadar informasi yg ia sampaikan, menarik atau tidak.
Tuesday, January 21, 2014
The power of credit
Minggu lalu saya dan kawan2 sengaja melewatkan liburan ke rumah salah seorang kawan di Tulungagung. Kota yang sama sekali tdk pernah terlintas dalam benak saya sebagai kota jujugan liburan. Pagi itu saya berbincang dg ibu kawan saya usai jalan2 habis sholat Shubuh. Ditemani sebungkus nasi pecel khas Tulungagung, dia bercerita tentang anaknya (yaitu kawan saya yang pagi itu masih tertidur).
"Saya sampe sekarang ngga pernah tau berapa IPK si A. Kenapa dia ambil jurusan ini itu juga, dia ngga pernah cerita. Anaknya agak tertutup, beda dengan adiknya yang selalu cerita," kata si ibu.
"Iya sih bu, ngga linier jurusannya. Tapi sama juga kek saya. Ngga masalah kan. Apapun ilmunya yang penting kemauan belajarnya," sahutku.
"Ada sih, tantenya (adik saya) di Jakarta yang kerja di Departemen Kelautan dan Perikanan ambil S2nya Komunikasi juga tapi di UI. Semua bukunya juga sudah diberikan ke si A tapi kok ngga pernah dibaca dan ngga ikut dibawa ke Surabaya. Makanya tantenya pas kesini bilang, kok kamu kuliah S2 nyantei sekali? Apa ngga baca-baca buku gitu ya? Kata tantenya sih, S2 itu berat kalo ngga banyak baca sendiri," ujar si ibu.
Saya tiba2 terdiam. Kata2 itu seperti terrus mendengung.
Ya, emang harus banyak baca siy. Tapi apa qt harus menampilkan diri sbg org yang sibuk membaca agar terlihat wajar dengan tidak nyantai? Begitu? Lalu, menjadi santai di luar waktu liburan adalah gambaran menabung beban akademis seorang mahasiswa S2? Bisa jadi iya, tapi bisa juga engga.
Menurut saya, S2 menjadi tidak santai bagi si tante karena dia juga bekerja. Lagipula usia si tante yg sudah 40-an mungkin membuat dia memahami buku sbg sesuatu yang fisik atau hard cover. Jadi, ketika tau keponakannya ngga baca buku secara fisik ya namanya ngga belajar. Padahal, bisa aja baca lewat eBook atau jurnal-jurnal versi pdf.
Kuliah S2 yg pendek membuatnya tampak lebih serius dan mendebarkan bagi mahasiswa. Baru saja membuka mata dan memahami teori, tiba-tiba sudah harus mengerjakan penelitian buat thesis. Ini siksaan bagi mereka yg ngambil jurusannya ngga linier. Harus ekstra belajarnya. Itu sebabnya, klo ngerjain tugas usahakan referensinya maksimal. Biar skalian nyicil belajarnya. Skalian nyicil ingatan juga. Daripada hrs mengkhususkan hari buat memahami buku babon tentang teori dll apa ngga lebih memusingkan? Ya bisa aja, itu kan pilihan. Tapi klo bisa nyicil alias kredit, knapa harus lunas? Berat.
"Saya sampe sekarang ngga pernah tau berapa IPK si A. Kenapa dia ambil jurusan ini itu juga, dia ngga pernah cerita. Anaknya agak tertutup, beda dengan adiknya yang selalu cerita," kata si ibu.
"Iya sih bu, ngga linier jurusannya. Tapi sama juga kek saya. Ngga masalah kan. Apapun ilmunya yang penting kemauan belajarnya," sahutku.
"Ada sih, tantenya (adik saya) di Jakarta yang kerja di Departemen Kelautan dan Perikanan ambil S2nya Komunikasi juga tapi di UI. Semua bukunya juga sudah diberikan ke si A tapi kok ngga pernah dibaca dan ngga ikut dibawa ke Surabaya. Makanya tantenya pas kesini bilang, kok kamu kuliah S2 nyantei sekali? Apa ngga baca-baca buku gitu ya? Kata tantenya sih, S2 itu berat kalo ngga banyak baca sendiri," ujar si ibu.
Saya tiba2 terdiam. Kata2 itu seperti terrus mendengung.
Ya, emang harus banyak baca siy. Tapi apa qt harus menampilkan diri sbg org yang sibuk membaca agar terlihat wajar dengan tidak nyantai? Begitu? Lalu, menjadi santai di luar waktu liburan adalah gambaran menabung beban akademis seorang mahasiswa S2? Bisa jadi iya, tapi bisa juga engga.
Menurut saya, S2 menjadi tidak santai bagi si tante karena dia juga bekerja. Lagipula usia si tante yg sudah 40-an mungkin membuat dia memahami buku sbg sesuatu yang fisik atau hard cover. Jadi, ketika tau keponakannya ngga baca buku secara fisik ya namanya ngga belajar. Padahal, bisa aja baca lewat eBook atau jurnal-jurnal versi pdf.
Kuliah S2 yg pendek membuatnya tampak lebih serius dan mendebarkan bagi mahasiswa. Baru saja membuka mata dan memahami teori, tiba-tiba sudah harus mengerjakan penelitian buat thesis. Ini siksaan bagi mereka yg ngambil jurusannya ngga linier. Harus ekstra belajarnya. Itu sebabnya, klo ngerjain tugas usahakan referensinya maksimal. Biar skalian nyicil belajarnya. Skalian nyicil ingatan juga. Daripada hrs mengkhususkan hari buat memahami buku babon tentang teori dll apa ngga lebih memusingkan? Ya bisa aja, itu kan pilihan. Tapi klo bisa nyicil alias kredit, knapa harus lunas? Berat.
Bye bye Mentari
Pernah merasakan gimana punya nomer cantik? Nomer HP maksudnya. Genap 10 tahun saya pegang nomer prabayar Mentari, saya ditelpon ama pihak Indosat, tepatnya dua tahun silam.
"Selamat, Anda adalah pelanggan setia Mentari Indosat dengan kepemilikkan nomor tepat 10 tahun," ujar operator Indosat.
Saya pikir tipu2 dari mana lagi ini. "Iya, trus kenapa mas klo 10 tahun?" tanyaku.
"Anda berhak mendapatkan hadiah migrasi ke nomor cantik paskabayar Matrix bebas abonemen, plus satu nomor Matrix bebas," kata dia.
"Berarti saya harus nanggung dua nomor lagi donk mas? Nah yang Mentari ini saya kemanakan? Apa saya harus ngopeni 3 nomor Indosat atau ketika ada klien nelpon ke nomor Mentari lama saya, secara otomatis di-direct ke Matrix tanpa saya harus mengumumkan nomor baru tersebut?" tanyaku.
Hmmm... Ini hadiah apa nambah beban pulsa bulanan ya.
"Tidak bisa mba. Itu bener2 nomer baru dan sistemnya tidak bisa direct seperti itu," lanjutnya.
"Yauda deh mas. Makasi ya infonya. Kalau hadiahnya pulsa, saya mau ambil deh, heheheh..," ujarku.
"Tidak bisa mba. Dapatnya nomor cantik Matrix yang dimigrasi secara cuma-cuma plus satu lagi nomor Matrix tapi bukan nomor cantik. Beneran nih mba ngga diambil hadiahnya? Sayang sekali loh," katanya.
"Bukanya semua operator klo migrasi juga cuma-cuma ya mas? Apa istimewanya?" tanyaku.
"Bebas abonemen ini," balasnya.
"Bebas abonemen tapi kalau tarif pulsanya lebih tinggi dari rata2 ya sama aja donk mas," ujarku.
"Ngga itu mba. Ada skema tarif khusus kok," yakinnya.
"Khusus yang mahal maksudnya mas? Heheheh.. Makasi deh mas hadiahnya saya ngga ambil," pungkasku.
Nyerah juga pake Mentari cantik +628165413444 setelah kepake selama 12 tahun. Emang hari gini msh ada ya, pelanggan yg loyal spt saya? Secaraaa itu nomer prabayar. Di dunia telekomunikasi dg churn rate yg demikian tinggi, definisi pelanggan loyal kartu prabayar menjadi sangat langka (catet ya : PRABAYAR, bukan PASKABAYAR. Kalau pelanggan paskabayar mah banyak yang loyal). Seharusnya, hadiahnya juga gede, ato setidaknya lebih kreatif heheheh... Apa dikira pelanggan ini ngga tau prkembangan dunia telko apa? Mengatakan bebas abonemen diartikan benar2 bebas abonemen? Ya engga lah. Itu kan bahasa marketing aja. Bilangnya emang bebas abonemen, tapi tarifnya mukul belakangan. Baik tarif call, SMS, internet. Pelanggan ya mana tau rinciannya tarif uda fair apa engga?
"Selamat, Anda adalah pelanggan setia Mentari Indosat dengan kepemilikkan nomor tepat 10 tahun," ujar operator Indosat.
Saya pikir tipu2 dari mana lagi ini. "Iya, trus kenapa mas klo 10 tahun?" tanyaku.
"Anda berhak mendapatkan hadiah migrasi ke nomor cantik paskabayar Matrix bebas abonemen, plus satu nomor Matrix bebas," kata dia.
"Berarti saya harus nanggung dua nomor lagi donk mas? Nah yang Mentari ini saya kemanakan? Apa saya harus ngopeni 3 nomor Indosat atau ketika ada klien nelpon ke nomor Mentari lama saya, secara otomatis di-direct ke Matrix tanpa saya harus mengumumkan nomor baru tersebut?" tanyaku.
Hmmm... Ini hadiah apa nambah beban pulsa bulanan ya.
"Tidak bisa mba. Itu bener2 nomer baru dan sistemnya tidak bisa direct seperti itu," lanjutnya.
"Yauda deh mas. Makasi ya infonya. Kalau hadiahnya pulsa, saya mau ambil deh, heheheh..," ujarku.
"Tidak bisa mba. Dapatnya nomor cantik Matrix yang dimigrasi secara cuma-cuma plus satu lagi nomor Matrix tapi bukan nomor cantik. Beneran nih mba ngga diambil hadiahnya? Sayang sekali loh," katanya.
"Bukanya semua operator klo migrasi juga cuma-cuma ya mas? Apa istimewanya?" tanyaku.
"Bebas abonemen ini," balasnya.
"Bebas abonemen tapi kalau tarif pulsanya lebih tinggi dari rata2 ya sama aja donk mas," ujarku.
"Ngga itu mba. Ada skema tarif khusus kok," yakinnya.
"Khusus yang mahal maksudnya mas? Heheheh.. Makasi deh mas hadiahnya saya ngga ambil," pungkasku.
Nyerah juga pake Mentari cantik +628165413444 setelah kepake selama 12 tahun. Emang hari gini msh ada ya, pelanggan yg loyal spt saya? Secaraaa itu nomer prabayar. Di dunia telekomunikasi dg churn rate yg demikian tinggi, definisi pelanggan loyal kartu prabayar menjadi sangat langka (catet ya : PRABAYAR, bukan PASKABAYAR. Kalau pelanggan paskabayar mah banyak yang loyal). Seharusnya, hadiahnya juga gede, ato setidaknya lebih kreatif heheheh... Apa dikira pelanggan ini ngga tau prkembangan dunia telko apa? Mengatakan bebas abonemen diartikan benar2 bebas abonemen? Ya engga lah. Itu kan bahasa marketing aja. Bilangnya emang bebas abonemen, tapi tarifnya mukul belakangan. Baik tarif call, SMS, internet. Pelanggan ya mana tau rinciannya tarif uda fair apa engga?
Thursday, November 7, 2013
Dialek Kedaerahan ala JTV dan TransTV
Dubbing film menggunakan bahasa atau dialek kedaerahan memang sesuatu yg unik. Meski kadang kedengeran aneh tapi boleh dibilang itu bagian dari kreativitas. Ketika stasiun TV lokal Sby yakni JTV kali pertama meluncurkan film bule dengan alih bahasa atau dubbing bahasa Suroboyoan bbrp tahun silam, respons pemirsa sangat beragam. Awalnya banyak yg suka karena sangat menghibur. Pilihan kata yg tdk biasa membuat perut pemirsa terpingkal-pingkal. Contoh salah satu dialog dalam adegan Knight Rider : Michael Knight "Aku sakjane wes suwi perhatian karo peno, tapi wedi mbek bapakmu" // "Lha lapo wedi, nek perkoro ngono gak usah sungkan cak. Langsung ae!" ujar teman wanita Knight saat mereka berkencan di tepi danau. Membayangkan bagaimana pasangan bule berdialog dg bahasa Jawa saja tak sanggup menahan tawa. Ini benar2 menghibur. Tapi ketika JTV semakin tidak serius dalam mengemasnya maka pemirsa pun juga kian tidak serius menanggapinya. Film-film yg diangkat kelewat jadul sehingga kurang menarik, jam tayang juga tidak konsisten. Contohnya Knight Rider itu, film tsb tayang di awal tahun 90-an dan diputar oleh JTV di pengujung tahun 2010. Maka jangan harap ada iklan nongol saat tayangan tsb. Kesan yg tersirat, stasiun televisi ini memang low budget.
Kembali soal topik dialek kedaerahan dalam dubbing film, TransTV baru-baru saja menayangkan drama korea (k-drama) That Winter The Wind Blows di jam prime time 18.00-19.00 setiap Senin-Jumat sejak 4 November. Saya tergelitik ketika hari ini kali pertama melihat dan mendengar banyak kata "lo" "gue" "gile aje" sepanjang tayangan tsb. Maksudnya apa berupaya mengemas dialog itu seperti dialog dalam sebuah sinetron ala Jakarta? Dibikin agar lebih membumi sehingga dubbingnya di-Betawi-kan? Lucu sih. Kreatif juga. Apalagi ketika TransTV berusaha tampil beda dg menggandeng para artis ibukota sebagai dubber dalam tayangan tsb. Ini sebuah inovasi. Sebab, kita tau salah satu stasiun televisi yang paling konsisten terhadap tayangan K-drama sejak dulu adalah Indosiar (plus dulu ANTV). Model dubbingannya Indosiar sudah akrab di telinga. Menggunakan pilihan kata EYD. Pengaturan jedanya pas dan penyambungan dialog juga terlatih. Namun ketika model dubbing k-drama TransTV berusaha tampil beda dari drama beralih bahasa lainnya dg menyertakan "lo" "gue" agaknya TransTV gagal menghibur para pecinta drama korea. Drama yg dipilih memang relatif baru, tayangan SBS awal 2013 dg para pemain yg tdk asing di layar kaca k-drama macam Song Hye Kyo, Kim Bum, Zo In Sung. Namun ketika kreativitas dalam penyajian drama tsb kurang dikemas dg matang, akhirnya hanya akan menjadi tayangan yang latah. Dipaksakan. Ikut2an tren k-drama stasiun tv sebelah. Kesannya TransTV ogah dibilang ketinggalan tren korean culture. Ini patut disayangkan.
Kembali soal topik dialek kedaerahan dalam dubbing film, TransTV baru-baru saja menayangkan drama korea (k-drama) That Winter The Wind Blows di jam prime time 18.00-19.00 setiap Senin-Jumat sejak 4 November. Saya tergelitik ketika hari ini kali pertama melihat dan mendengar banyak kata "lo" "gue" "gile aje" sepanjang tayangan tsb. Maksudnya apa berupaya mengemas dialog itu seperti dialog dalam sebuah sinetron ala Jakarta? Dibikin agar lebih membumi sehingga dubbingnya di-Betawi-kan? Lucu sih. Kreatif juga. Apalagi ketika TransTV berusaha tampil beda dg menggandeng para artis ibukota sebagai dubber dalam tayangan tsb. Ini sebuah inovasi. Sebab, kita tau salah satu stasiun televisi yang paling konsisten terhadap tayangan K-drama sejak dulu adalah Indosiar (plus dulu ANTV). Model dubbingannya Indosiar sudah akrab di telinga. Menggunakan pilihan kata EYD. Pengaturan jedanya pas dan penyambungan dialog juga terlatih. Namun ketika model dubbing k-drama TransTV berusaha tampil beda dari drama beralih bahasa lainnya dg menyertakan "lo" "gue" agaknya TransTV gagal menghibur para pecinta drama korea. Drama yg dipilih memang relatif baru, tayangan SBS awal 2013 dg para pemain yg tdk asing di layar kaca k-drama macam Song Hye Kyo, Kim Bum, Zo In Sung. Namun ketika kreativitas dalam penyajian drama tsb kurang dikemas dg matang, akhirnya hanya akan menjadi tayangan yang latah. Dipaksakan. Ikut2an tren k-drama stasiun tv sebelah. Kesannya TransTV ogah dibilang ketinggalan tren korean culture. Ini patut disayangkan.
Monday, October 14, 2013
Goyang Cesar
Apa hebatnya Goyang Cesar? Perpaduannya yang keren. Musiknya yang easy listening dan gerakkannya yang easy moving. Satu lagi, tokohnya yang emang comedian face. Klop. Single miliki Juwita Bahar "Buka Sitik Joss" itu sebetulnya ngga bagus2 amat klo ngga dipoles ama Goyang Cesar. Buktinya ngga sukses sebelum ada "tim" Cesarnya TransTV?
Dibandingkan Gangnam Style punya Psy atau Harlem Shake, Goyang Cesar kelasnya emang jauh. Tapi citarasa lokal dangduters ini cukup menghibur. Bahkan kelompok2 senam pagi pun mengadopsi paket Cesar ini : musik dan goyangannya. Saya sempat mengikuti awal ketenaran goyangan ini di tv. Ketika Cesar pertama kali tampil di Show Imah dg gerakan tubuh yg khas dan musik yg saat itu masih random, saya cuma mikir ni org cocok banget jadi entertainer karena unik. Sebab saya selalu ngakak klo ngliat dia goyang. Gayanya bebas. Tanpa beban. Ekspresinya polos. Tampang koplaknya ngga disangka-sangka punya nilai ekonomi tinggi.
Lama ngga nonton tv, eh tiba2 dia nongol dg judul goyangannya sendiri "Goyang Cesar" di acara Best Yuk Kita Sahur (karena saya ngga sempet ngikutin acara sahur YKS, jd tau2 ada Best YKS). Tiba2 juga sdh ganti format mjd Yuk Keep Smile (singkatannya tetep YKS). Eh, ni orang bener2 mendadak beken. From zero to hero. Belum lagi banyak iklan di tv yang dia bintangin, lalu muncullah sesosok wanita yg mengklaim sbg kekasih barunya yg ujug-ujug bilang ngga tau siapa Cesar. "Oh, artis to" Halah dagelan! Apa iya? Bukannya sdh rahasia umum klo orang mendadak beken pasti byk yang pengen nempel? Kecipratan anunya, eh itunya, eh apanya, ya yang pasti duitnya dan bekennya. Bravo Cesar dah!!
Dibandingkan Gangnam Style punya Psy atau Harlem Shake, Goyang Cesar kelasnya emang jauh. Tapi citarasa lokal dangduters ini cukup menghibur. Bahkan kelompok2 senam pagi pun mengadopsi paket Cesar ini : musik dan goyangannya. Saya sempat mengikuti awal ketenaran goyangan ini di tv. Ketika Cesar pertama kali tampil di Show Imah dg gerakan tubuh yg khas dan musik yg saat itu masih random, saya cuma mikir ni org cocok banget jadi entertainer karena unik. Sebab saya selalu ngakak klo ngliat dia goyang. Gayanya bebas. Tanpa beban. Ekspresinya polos. Tampang koplaknya ngga disangka-sangka punya nilai ekonomi tinggi.
Lama ngga nonton tv, eh tiba2 dia nongol dg judul goyangannya sendiri "Goyang Cesar" di acara Best Yuk Kita Sahur (karena saya ngga sempet ngikutin acara sahur YKS, jd tau2 ada Best YKS). Tiba2 juga sdh ganti format mjd Yuk Keep Smile (singkatannya tetep YKS). Eh, ni orang bener2 mendadak beken. From zero to hero. Belum lagi banyak iklan di tv yang dia bintangin, lalu muncullah sesosok wanita yg mengklaim sbg kekasih barunya yg ujug-ujug bilang ngga tau siapa Cesar. "Oh, artis to" Halah dagelan! Apa iya? Bukannya sdh rahasia umum klo orang mendadak beken pasti byk yang pengen nempel? Kecipratan anunya, eh itunya, eh apanya, ya yang pasti duitnya dan bekennya. Bravo Cesar dah!!
Sunday, October 13, 2013
Cigarette
Meski saya bukan perokok, tapi seneng klo merhatiin iklan rokok. Apalagi yg slogannya kemudian menjadi tren. Emang ada slogan iklan rokok yg ngga ngetren? Tim kreatif iklan rokok kini rata2 luar biasa. Ngga heran klo slogannya lalu menjadi bagian dari kosakata gaul. Sejak iklan produk rokok dilarang menampilkan produknya, tim kreatif perusahaan rokok berjuang mati2an bersaing kreativitas menghadirkan spirit merokok secara elegan dlm tayangan iklan mereka.
Slogan dibikin sekreatif mungkin sesuai dengan segmentasi pasar yang dibidik. U Mild, misalnya, sebagai salah satu leader di kelas SKM (sigaret kretek mesin) besutan PT HM Sampoerna Tbk dijaga betul pencitraannya dalam tayangan iklan. Ini mengingat, U Mild menyumbang penjualan terbesar dari total penjualan perseroan, disusul kemudian Sampoerna A lalu beberapa merk di kelas sigaret kretek tangan (SKT). Segmentasi U Mild adalah pria berusia 20-30an, eksekutif muda, aktif tapi woles, kreatif, hidupnya ngga monoton lantaran suka ngumpul dan bersosialisasi dg kawan. Tapi, sosialisasinya menghasilkan duit (unsur kreatif itu tadi). Spirit ini juga yang saya lihat tersirat dalam tayangan iklan U Mild versi Ngantor :
Senang itu pas lagi ngantor
Karena ngantor ngga harus di depan monitor
Ngantor asikan cuma berkolor
Lebih spesial lagi kalau pake telor
Ngantor ngga harus indoor
Ini baru ngantor
Ini baru cowok U Mild
Terlepas dari bener nggaknya penikmat U Mild adalah seperti yang dicitrakan dalam iklan, namun tayangan itu bisa juga diartikan sebagai upaya perseroan meng-create market seperti yang diharapkan. Perseroan berupaya menciptakan sense of belonging bahwa jika pria mengonsumsi U Mild maka Anda memang kategori pria dg nilai-nilai seperti yang U Mild citrakan dalam iklan.
Slogan dibikin sekreatif mungkin sesuai dengan segmentasi pasar yang dibidik. U Mild, misalnya, sebagai salah satu leader di kelas SKM (sigaret kretek mesin) besutan PT HM Sampoerna Tbk dijaga betul pencitraannya dalam tayangan iklan. Ini mengingat, U Mild menyumbang penjualan terbesar dari total penjualan perseroan, disusul kemudian Sampoerna A lalu beberapa merk di kelas sigaret kretek tangan (SKT). Segmentasi U Mild adalah pria berusia 20-30an, eksekutif muda, aktif tapi woles, kreatif, hidupnya ngga monoton lantaran suka ngumpul dan bersosialisasi dg kawan. Tapi, sosialisasinya menghasilkan duit (unsur kreatif itu tadi). Spirit ini juga yang saya lihat tersirat dalam tayangan iklan U Mild versi Ngantor :
Senang itu pas lagi ngantor
Karena ngantor ngga harus di depan monitor
Ngantor asikan cuma berkolor
Lebih spesial lagi kalau pake telor
Ngantor ngga harus indoor
Ini baru ngantor
Ini baru cowok U Mild
Terlepas dari bener nggaknya penikmat U Mild adalah seperti yang dicitrakan dalam iklan, namun tayangan itu bisa juga diartikan sebagai upaya perseroan meng-create market seperti yang diharapkan. Perseroan berupaya menciptakan sense of belonging bahwa jika pria mengonsumsi U Mild maka Anda memang kategori pria dg nilai-nilai seperti yang U Mild citrakan dalam iklan.
Friday, September 20, 2013
Goguma Latte
Tidak pernah terpikir bagi saya menjadikan kentang sebagai minuman hingga seorang teman asal Korea bbrp bulan silam memperkenalkan minuman bernama goguma latte (고구마 라떼) di sebuah kafe bernama Hollys Coffee (semacam Starbucknya Korea). Barusan saya mencoba meraciknya sendiri di rumah krn di kota saya rasanya kok tidak ada yg menjual minuman ini. Bahannya cukup sederhana, sweet potatoes (kukus matang), green tea powder, madu dan susu. Semua bahan dijus jadi satu. Boleh ditambah dengan creamer sesuka hati plus susu dan irisan kacang almond di bagian atasnya setelah dituang ke dalam gelas. Disana klo tdk salah ingat harganya sekitar ₩3000 (ukuran sedang). Sajikan dengan panas atau hangat. Kami menikmati goguma latte take away di tepi sungai cheonggyecheon, krn kebetulan gerai Hollys Coffee juga ada disana. Suasana malam hari di tepi sungai ini keren sekali. Romantis. Banyak muda-mudi ciuman sembarangan *tepokjidat
Sebetulnya ada banyak gerai Hollys Coffee di Seoul, lebih dari 15. Kafe ini mulai kesohor sejak berkali-kali nampang di beberapa judul drama korea. Ketenarannya di Seoul juga tak kalah dg Starbuck. Cuma, ketika teman saya mengajak ke Starbuck saya menolak. Apa bedanya dg di Indo? Bisnis kafe berbasis beverage dg konsep moderen di Seoul luar biasa tinggi. Si oppa ganteng Jaejoong dan Siwon Suju pun ikut mencicipi lezatnya bisnis ini lewat Coffee Cojjee (Jaejoong) dan Twoseome (Siwon). Keduanya juga membuka gerai di distrik Gangnam. Di gang-gang perumahan penduduk spt Bukchon, konsep kafe kopi moderen juga byk dijumpai (beda dg di kota saya, yg ada di gang-gang rumah penduduk adalah warung kopi tradisional). Klo di Seoul, gerai kafe kopi di gang-gang juga dikemas sama2 moderen dg gerai yg di tepi jalan raya atau public are, bedanya jumlah seatnya tidak banyak karena ukuran outletnya mungil.
Sebetulnya ada banyak gerai Hollys Coffee di Seoul, lebih dari 15. Kafe ini mulai kesohor sejak berkali-kali nampang di beberapa judul drama korea. Ketenarannya di Seoul juga tak kalah dg Starbuck. Cuma, ketika teman saya mengajak ke Starbuck saya menolak. Apa bedanya dg di Indo? Bisnis kafe berbasis beverage dg konsep moderen di Seoul luar biasa tinggi. Si oppa ganteng Jaejoong dan Siwon Suju pun ikut mencicipi lezatnya bisnis ini lewat Coffee Cojjee (Jaejoong) dan Twoseome (Siwon). Keduanya juga membuka gerai di distrik Gangnam. Di gang-gang perumahan penduduk spt Bukchon, konsep kafe kopi moderen juga byk dijumpai (beda dg di kota saya, yg ada di gang-gang rumah penduduk adalah warung kopi tradisional). Klo di Seoul, gerai kafe kopi di gang-gang juga dikemas sama2 moderen dg gerai yg di tepi jalan raya atau public are, bedanya jumlah seatnya tidak banyak karena ukuran outletnya mungil.
Tuesday, September 17, 2013
Minyak Oles
Ada fenomena agak tak biasa di ruang kelas saya hari ini. Suhu ruangan yg dingin tiba2 membuat teman di sebelah saya mengeluarkan botol kecil beraroma minyak tawon. Anehnya di sampul luarnya tertulis minyak telon, tp sama sekali tdk mengindikasikan aroma segar minyak yg sering dipake bayi tsb.
Di kelas lain pd jam berikutnya, dg teman2 yg sama tp posisi duduk yg kembali acak, suhu ruangan dinginnya kurang lebih sama spt ruang yang sebelumnya tadi. Seorang teman lainnya mengeluarkan botol kecil bertulis minyak angin aromaterapi freshcare. Kemasannya lucu. Kata dia, itu kemasan "teen" jadi pabrikan merek tsb membuat aromanya tidak menyengat dan tidak terlalu panas ketika dioles.
Baru saya sadar jika teman yang duduk di blkg saya, berjam-jam sedari tadi di mejanya menyanding balpirik. Saya berkesimpulan sendiri, bagi sebagian org suhu dingin selalu berkorelasi dg minyak oles. Gunanya apa? Menghangatkan? Bukannya pake oles2an itu bikin tambah semriwing. Kesimpulan lain, jenis pilihan minyak oles juga berbanding lurus dg faktor usia (#nomention).
Maka, ini ruang kelas yg disulap jd rumah sakit? Heheeh.. Jujur saja saya tdk biasa dg produk2 semacam itu utk sehari2 jika tubuh dalam kondisi sehat. Sedingin apapun ruangan atau tempat saya berada, hampir tidak pernah memakai produk2 semacam itu. Jaket sdh cukup menghangatkan. Hanya soal kebiasaan, tak ada yang salah :D
Di kelas lain pd jam berikutnya, dg teman2 yg sama tp posisi duduk yg kembali acak, suhu ruangan dinginnya kurang lebih sama spt ruang yang sebelumnya tadi. Seorang teman lainnya mengeluarkan botol kecil bertulis minyak angin aromaterapi freshcare. Kemasannya lucu. Kata dia, itu kemasan "teen" jadi pabrikan merek tsb membuat aromanya tidak menyengat dan tidak terlalu panas ketika dioles.
Baru saya sadar jika teman yang duduk di blkg saya, berjam-jam sedari tadi di mejanya menyanding balpirik. Saya berkesimpulan sendiri, bagi sebagian org suhu dingin selalu berkorelasi dg minyak oles. Gunanya apa? Menghangatkan? Bukannya pake oles2an itu bikin tambah semriwing. Kesimpulan lain, jenis pilihan minyak oles juga berbanding lurus dg faktor usia (#nomention).
Maka, ini ruang kelas yg disulap jd rumah sakit? Heheeh.. Jujur saja saya tdk biasa dg produk2 semacam itu utk sehari2 jika tubuh dalam kondisi sehat. Sedingin apapun ruangan atau tempat saya berada, hampir tidak pernah memakai produk2 semacam itu. Jaket sdh cukup menghangatkan. Hanya soal kebiasaan, tak ada yang salah :D
Monday, June 24, 2013
Wajib Militer (Wamil)
Isu pecahnya peperangan akibat ketegangan abadi antara Korsel - Korut sempat menjadi kekhawatiran tersendiri bagi saya sebelum datang ke kota Seoul. Media lokal dan internasional hampir setiap hari ramai-ramai melansir pemberitaan tentang pertikaian kedua negara tersebut. Tapi, setibanya saya di Seoul saya semakin menyadari bahwa pemberitaan tsb jauh lebih heboh dari kenyataannya. Saya jadi ingat ketika masih bekerja di media massa, sekali ada seklumit isu yang dianggap menarik maka seterusnya isu tsb akan menjadi "nafas" bagi wartawan. Ia bakal terus menggali kelanjutan beritanya. Kondisi yang sebetulnya tidak terlalu bikin panik bisa disulut menjadi "panas" lewat tulisan. Dibikin agar publik tercengang membacanya. Tujuannya memang itu : Bagaimana membuat berita atau media kita dibaca orang. Maka setiap media pun berlomba-lomba mendapatkan angle yg menarik (menarik tapi belum tentu penting).
Orang awam akan menilai, mungkin sedang benar2 terjadi masalah berat di daerah seperti yg ditulis si wartawan. Padahal, ya tidak selalu demikian. Bisa saja itu hanya wacana, tapi si wartawan menulisnya dg gaya majas totum pro parte (Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian). Saya menduga ini juga yg terjadi pada konflik Korut-Korsel. Apa benar Korut akan membumihanguskan Korsel? Saya sangat ragu. Apa benefit yg akan didapat Korut jika itu benar2 terjadi selain menjemput ego Kim Jong-un, presiden Korut yang dijuluki "tong kosong" nyaring bunyinya. Muda, bodoh, gampang emosi, tdk berpihak pada rakyat, parahnya lagi tamak. Mengapa identik dg tamak? Presiden negara miskin tp memiliki tubuh tambun, apa ia sedang menunjukkan ironi pada dunia bahwa kekayaan Korut ia nikmati sendiri?
Sebelum saya datang ke Seoul, teman saya yg berkuliah di kota Suwon, Korsel mengatakan kondisi Seoul aman-aman saja. Kecemasan munculnya travel warning tidak terbukti. Bahkan, ketika saya di Seoul berdiskusi dengan seorang teman native Korea ia mengatakan jika Kim Jong-un selama ini memang sering melontarkan gertak sambal. Amarah Kim Jong-un bukan urusan mereka (dan warga lainnya). Itu hanya bagian dari wacana dan kegelisahan di ranah pikir sang presiden. "I've been completed the mandatory of military service for 21 months 4 years ago, dan jika perang bnr2 terjadi kami sudah siap. Tapi saya yakin itu tidak akan terjadi," he insisted. Korut-Korsel memang tdk pernah mendeklarasikan fakta perdamaian, yang ada hanya gencatan senjata. Jadi, secara teknis kedua negara tsb masih dalam status perang. Itu sebabnya, semua warga negara pria wajib memiliki pengetahuan dan kemampuan membela negara.
Setiap pria warga negara Korea berusia di atas 18 tahun wajib mengikuti wajib militer (wamil), tak terkecuali pria-pria berdarah campuran asing, selama ia tercatat sbg warga negara Republic of Korea maka wamil tetap diwajibkan sebelum ia berusia 35 tahun. Demikian halnya pria Korea dengan dobel kewarganegaraan ia tetap wajib wamil jika perolehan dobel kewarganegaraannya di atas usia 21 tahun (Misalnya warganegara Korea dan juga AS). Anak lelaki asal Korea yg diadopsi oleh warga negara asing dan tdk melaporkan perubahan status kewarganegaraannya sebelum usia 18 tahun juga tetap wajib wamil. Bagaimana jika ia lalai terhadap kewajibannya hingga berusia lebih dari 35 tahun? Sanksinya, ia tidak akan mendapatkan izin bepergian lintas negara, dipenjara lalu diusir dan dicoret dari daftar warga negara Korea. Wow! Serius juga sanksinya (Wamil ini membuat saya paham mengapa begitu banyak oppa-oppa keren bertubuh tegap dan kekar ~ ah, ternyata dampak wamil).
Masih menurut teman saya yg native Korea itu, lama menempuh wamil bisa bervariasi. Untuk angkatan darat 21 bulan, angkatan laut 23 bulan, dan angkatan udara 24 bulan. Bisa memilih salah satu diantaranya. Ada dua kategori warga negara yang bisa dibebaskan dari wamil ini, yakni seorang atlit medali emas atau atlit yang memenangkan kompetisi bergengsi dan pria yang tidak menamatkan pendidikan sekolah menengahnya. Lalu, dimana pria2 Korsel melaksanakan wamil mereka berbulan-bulan itu? Lokasinya di kawasan kecamatan Yongsan dimana seperti yang saya sebut dalam tulisan saya sebelumnya disitu terdapat distrik bisnis bernama Itaewon, sekaligus terdapat masjid terbesar Seoul dan Russian Club. Yongsan-Garrison nama camp tempat mereka wamil.
Bilamana negara mengetahuai bahwa warganya telah menjalani wamil atau belum? Apa melalui perubahan semacam KTP atau ID Card? Ternyata, ketika seseorang berhasil menyelesaikan pendidikan wamil, secara otomatis Badan Pertahanan Nasional Korsel akan menginput namanya ke dlm data base. Tak perlu ada perubahan status dlm KTP, sebab KTP penduduk Korsel berlaku seumur hidup dan bukan seperti negara kita yang setiap 5 tahun sekali harus diperbarui. Setiap provinsi, kota bahkan hingga kecamatan di Korsel telah memiliki data yg terintegrasi dg data wamil milik Badan Pertahanan Nasional Korsel. Jadi, seorang pria yang mangkir dari kewajiban wamil hingga berusia lebih dari 35 tahun tsb jelas akan kesulitan mengurus proses administrasi apapun. Sebab, petugas di kantor administratif itu akan melakukan pengecekan data setiap kali ada permohonan penerbitan surat apapun untuk warganya.
Orang awam akan menilai, mungkin sedang benar2 terjadi masalah berat di daerah seperti yg ditulis si wartawan. Padahal, ya tidak selalu demikian. Bisa saja itu hanya wacana, tapi si wartawan menulisnya dg gaya majas totum pro parte (Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian). Saya menduga ini juga yg terjadi pada konflik Korut-Korsel. Apa benar Korut akan membumihanguskan Korsel? Saya sangat ragu. Apa benefit yg akan didapat Korut jika itu benar2 terjadi selain menjemput ego Kim Jong-un, presiden Korut yang dijuluki "tong kosong" nyaring bunyinya. Muda, bodoh, gampang emosi, tdk berpihak pada rakyat, parahnya lagi tamak. Mengapa identik dg tamak? Presiden negara miskin tp memiliki tubuh tambun, apa ia sedang menunjukkan ironi pada dunia bahwa kekayaan Korut ia nikmati sendiri?
Sebelum saya datang ke Seoul, teman saya yg berkuliah di kota Suwon, Korsel mengatakan kondisi Seoul aman-aman saja. Kecemasan munculnya travel warning tidak terbukti. Bahkan, ketika saya di Seoul berdiskusi dengan seorang teman native Korea ia mengatakan jika Kim Jong-un selama ini memang sering melontarkan gertak sambal. Amarah Kim Jong-un bukan urusan mereka (dan warga lainnya). Itu hanya bagian dari wacana dan kegelisahan di ranah pikir sang presiden. "I've been completed the mandatory of military service for 21 months 4 years ago, dan jika perang bnr2 terjadi kami sudah siap. Tapi saya yakin itu tidak akan terjadi," he insisted. Korut-Korsel memang tdk pernah mendeklarasikan fakta perdamaian, yang ada hanya gencatan senjata. Jadi, secara teknis kedua negara tsb masih dalam status perang. Itu sebabnya, semua warga negara pria wajib memiliki pengetahuan dan kemampuan membela negara.
Setiap pria warga negara Korea berusia di atas 18 tahun wajib mengikuti wajib militer (wamil), tak terkecuali pria-pria berdarah campuran asing, selama ia tercatat sbg warga negara Republic of Korea maka wamil tetap diwajibkan sebelum ia berusia 35 tahun. Demikian halnya pria Korea dengan dobel kewarganegaraan ia tetap wajib wamil jika perolehan dobel kewarganegaraannya di atas usia 21 tahun (Misalnya warganegara Korea dan juga AS). Anak lelaki asal Korea yg diadopsi oleh warga negara asing dan tdk melaporkan perubahan status kewarganegaraannya sebelum usia 18 tahun juga tetap wajib wamil. Bagaimana jika ia lalai terhadap kewajibannya hingga berusia lebih dari 35 tahun? Sanksinya, ia tidak akan mendapatkan izin bepergian lintas negara, dipenjara lalu diusir dan dicoret dari daftar warga negara Korea. Wow! Serius juga sanksinya (Wamil ini membuat saya paham mengapa begitu banyak oppa-oppa keren bertubuh tegap dan kekar ~ ah, ternyata dampak wamil).
Masih menurut teman saya yg native Korea itu, lama menempuh wamil bisa bervariasi. Untuk angkatan darat 21 bulan, angkatan laut 23 bulan, dan angkatan udara 24 bulan. Bisa memilih salah satu diantaranya. Ada dua kategori warga negara yang bisa dibebaskan dari wamil ini, yakni seorang atlit medali emas atau atlit yang memenangkan kompetisi bergengsi dan pria yang tidak menamatkan pendidikan sekolah menengahnya. Lalu, dimana pria2 Korsel melaksanakan wamil mereka berbulan-bulan itu? Lokasinya di kawasan kecamatan Yongsan dimana seperti yang saya sebut dalam tulisan saya sebelumnya disitu terdapat distrik bisnis bernama Itaewon, sekaligus terdapat masjid terbesar Seoul dan Russian Club. Yongsan-Garrison nama camp tempat mereka wamil.
Bilamana negara mengetahuai bahwa warganya telah menjalani wamil atau belum? Apa melalui perubahan semacam KTP atau ID Card? Ternyata, ketika seseorang berhasil menyelesaikan pendidikan wamil, secara otomatis Badan Pertahanan Nasional Korsel akan menginput namanya ke dlm data base. Tak perlu ada perubahan status dlm KTP, sebab KTP penduduk Korsel berlaku seumur hidup dan bukan seperti negara kita yang setiap 5 tahun sekali harus diperbarui. Setiap provinsi, kota bahkan hingga kecamatan di Korsel telah memiliki data yg terintegrasi dg data wamil milik Badan Pertahanan Nasional Korsel. Jadi, seorang pria yang mangkir dari kewajiban wamil hingga berusia lebih dari 35 tahun tsb jelas akan kesulitan mengurus proses administrasi apapun. Sebab, petugas di kantor administratif itu akan melakukan pengecekan data setiap kali ada permohonan penerbitan surat apapun untuk warganya.
Thursday, June 20, 2013
Kkanbu Chicken ~ 깐부 치킨
If you are a big fans of chicken or fast food chicken and you have a trip to Korea, you should come to the Korean fried chicken restaurant Kkanbu Chicken (깐부 치킨). Harganya bervariasi, seporsi mulai 16.000 - 22.000 원 (won) atau setara Rp 145.000 - 200.000. Seporsi bisa dimakan berdua, tanpa nasi, hanya ayam cocol saus, sebab makanan ini kategori snack bagi orang Korea. You can add fried potatoes, but only in menu Phoenix Chicken dan Crispy Boneless Chicken. Sausnya diolah khusus, tidak seperti saus sambal McD, KFC, Wendy's, CFC ataupun TFC. Bumbu tepungnya juga lebih crunchy ketimbang ayam di resto cepat saji asal AS. Menu ini adalah alternatif bagi visitors yang jenuh dengan sajian menu tradisional Korea yang serba spicy.
Seorang teman saya yang asli Korea merekomendasikan restoran kkanbu chicken ini setelah kami berjalan-jalan di kawasan Insadong. Ada sekitar 10 variasi menu (yang bisa juga dilihat di official web kkanbuchicken), dan kami memesan Crispy Chicken and Green Onion Chicken. Untuk minumannya, jarang ada resto korea yg menyediakan minuman jus buah seperti orange juice, es teh atau lemon tea. Kebanyakan hanya menyediakan mineral water, soft drink, maggeoli (rice wine) dan soju (the best known liquor from Korea). Khusus mineral water akan diberi cuma-cuma meski minum sebanyak apapun. Tapi jarang sekali org Korea pesan minum air putih klo lagi makan, seringnya sih soju atau maggeoli.
I don't know what's the ingredients of kkanbu chicken, but the taste is unique. Mereka bikin olahan tepung bumbu rahasia, saus yg yummy plus side dishes berupa acar bengkoang dan mentimun (dishes khas Korea selain kimchi). Dalam bahasa Korea, kkanbu artinya the same team, with whom you would cross little fingers as a promise in our childhood. Jumlah outletnya di Seoul ada lebih dari 10, termasuk di kawasan Insadong, Gangnam dan Hongdae (Hongik).
Seorang teman saya yang asli Korea merekomendasikan restoran kkanbu chicken ini setelah kami berjalan-jalan di kawasan Insadong. Ada sekitar 10 variasi menu (yang bisa juga dilihat di official web kkanbuchicken), dan kami memesan Crispy Chicken and Green Onion Chicken. Untuk minumannya, jarang ada resto korea yg menyediakan minuman jus buah seperti orange juice, es teh atau lemon tea. Kebanyakan hanya menyediakan mineral water, soft drink, maggeoli (rice wine) dan soju (the best known liquor from Korea). Khusus mineral water akan diberi cuma-cuma meski minum sebanyak apapun. Tapi jarang sekali org Korea pesan minum air putih klo lagi makan, seringnya sih soju atau maggeoli.
I don't know what's the ingredients of kkanbu chicken, but the taste is unique. Mereka bikin olahan tepung bumbu rahasia, saus yg yummy plus side dishes berupa acar bengkoang dan mentimun (dishes khas Korea selain kimchi). Dalam bahasa Korea, kkanbu artinya the same team, with whom you would cross little fingers as a promise in our childhood. Jumlah outletnya di Seoul ada lebih dari 10, termasuk di kawasan Insadong, Gangnam dan Hongdae (Hongik).
Subscribe to:
Posts (Atom)