Embun belum beranjak
membalut dendam kemarin
Tepat di antara kepergian itu
yang bisu
entah seharusnya indah
Sebaris kalimat
Catatan syukur
Di langit pagi
Terukir di tengah awan
Haruskah girang?
Atau meratap?
Bisikkan pada Tuhan
Kemarin, kupetik rembulan itu
Kugenggam
lalu kumainkan di tangan kanan
Tepat sebelum "Catatan Syukur"
terlihat di langit pagi
Pertanda baik?
Dendam harus luruh
Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts
Saturday, September 16, 2017
Saturday, September 2, 2017
I'm Sorry Baby...
Wanita itu meregang nyawa. Sakit menahun dideritanya. Entah diagnosa apa.
Tetiba datang berkabar, ruhnya tak lagi bersatu dg raganya. Mimpi di malam itu.
Bukanlah doa siapa dalam tiupan takdir. Bukan!
Karena aku tak peduli masamu bersamanya.
Aku tak hendak bersorak jika dia tak lagi bersamamu.
Aku tak hendak berlari memelukmu jika dia pergi selamanya.
Aku hendak pergi meninggalkanmu.
Ke tempat di mana tak ada lagi jejak kita.
Di lorong waktu yg berputar seperti deret ukur.
Aku akan berlari kencang seperti kau merampas kemarinku.
Lalu berlagak tak tahu. Berdalih seperti sangkamu.
Aku akan terus pergi. Tanpa ingatan kemarin. Bersamamu.
Ya, kemarin. Ada tawa di awal jumpa. Menderu nafas yg terpagut.
Meluruh dinding yg beku. Memeluk senja berganti fajar.
Tanpa mengetuk tanpa sapa. Semua tiba-tiba. Semua apa-apa.
Semua... semua... dan semua.
Tetiba datang berkabar, ruhnya tak lagi bersatu dg raganya. Mimpi di malam itu.
Bukanlah doa siapa dalam tiupan takdir. Bukan!
Karena aku tak peduli masamu bersamanya.
Aku tak hendak bersorak jika dia tak lagi bersamamu.
Aku tak hendak berlari memelukmu jika dia pergi selamanya.
Aku hendak pergi meninggalkanmu.
Ke tempat di mana tak ada lagi jejak kita.
Di lorong waktu yg berputar seperti deret ukur.
Aku akan berlari kencang seperti kau merampas kemarinku.
Lalu berlagak tak tahu. Berdalih seperti sangkamu.
Aku akan terus pergi. Tanpa ingatan kemarin. Bersamamu.
Ya, kemarin. Ada tawa di awal jumpa. Menderu nafas yg terpagut.
Meluruh dinding yg beku. Memeluk senja berganti fajar.
Tanpa mengetuk tanpa sapa. Semua tiba-tiba. Semua apa-apa.
Semua... semua... dan semua.
Tuesday, June 27, 2017
Mataharimu
Mataharimu tlah terbenam
Ketika cakrawala menatap sepi
Juni tak datang hanya bersukacita
Ada Juli terpanggil menyerta duka
Jika masih tersisa makhluk sepertimu
Katakan pada sisa bulan di pengujung tahun
Segeralah beranjak dari mimpi
Mentarimu hanya elok di cakrawala pertama
Mungkin, malam pun murka
Mengintip cerita jiwa yang sesuka hati
Jika berharap cemara itu sempurna
Penantian harus kau bayar mahal
Ketika cakrawala menatap sepi
Juni tak datang hanya bersukacita
Ada Juli terpanggil menyerta duka
Jika masih tersisa makhluk sepertimu
Katakan pada sisa bulan di pengujung tahun
Segeralah beranjak dari mimpi
Mentarimu hanya elok di cakrawala pertama
Mungkin, malam pun murka
Mengintip cerita jiwa yang sesuka hati
Jika berharap cemara itu sempurna
Penantian harus kau bayar mahal
Thursday, June 1, 2017
Doa
Adakah doa yang sempurna
Jika di setiap ketuk
Engkau terdiam
Kumintakan cinta sempurna
Kau hadirkan fana
Kumintajan hati yg tulus
Kau hadirkan yg pamrih
Kumintakan hidup yg manfaat
Kau hadirkan yg sia sia
Mungkin pendoa itu
Tak searif mauMu
Tak sesuci inginMu
Tak sehebat pemujaMu
Jika di setiap ketuk
Engkau terdiam
Kumintakan cinta sempurna
Kau hadirkan fana
Kumintajan hati yg tulus
Kau hadirkan yg pamrih
Kumintakan hidup yg manfaat
Kau hadirkan yg sia sia
Mungkin pendoa itu
Tak searif mauMu
Tak sesuci inginMu
Tak sehebat pemujaMu
Thursday, December 31, 2015
Separo Perjalanan
Masih separo perjalanan
Ketika ujung jalan belumlah nampak
Daun pun belum mengering
Mungkin, ia baru saja gugur
Aroma tanah samar tercium hujan
Ah, rasanya sudah seribu kali kulalui
perjalanan serupa ini
Bukankah Tuhan pernah berjanji
Jika sayapmu sudah cukup kuat
Engkau bisa terbang
Ke manapun benih gandum
kau tebar di muka bumi
Jika kini, hanya kaki yang kau kuatkan
Engkau hanya bisa berjalan dan berlari
Bersabarlah...
Akan ada masa di mana kaki dan sayapmu
Tegak berdiri, terbang berputar
menjemput mimpi di sana
Ketika ujung jalan belumlah nampak
Daun pun belum mengering
Mungkin, ia baru saja gugur
Aroma tanah samar tercium hujan
Ah, rasanya sudah seribu kali kulalui
perjalanan serupa ini
Bukankah Tuhan pernah berjanji
Jika sayapmu sudah cukup kuat
Engkau bisa terbang
Ke manapun benih gandum
kau tebar di muka bumi
Jika kini, hanya kaki yang kau kuatkan
Engkau hanya bisa berjalan dan berlari
Bersabarlah...
Akan ada masa di mana kaki dan sayapmu
Tegak berdiri, terbang berputar
menjemput mimpi di sana
Thursday, May 21, 2015
Hidup
Hidup ini seperti berlari-lari. Sering kita dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit yang memaksa kita berkeputusan dalam sekejap. Dengarlah kata hati. Kadang, di satu masa tak ada yang lebih jujur darinya.
Dirimulah yang paling tau ke mana kakimu harus melangkah, ke mana tanganmu harus diulurkan, ke mana jiwamu harus mengabdi, dan ke mana hatimu harus berlabuh.
Tuhan kadang enggan campur tangan pada manusia yang menilai dirinya terlalu tinggi. Namun, ketika kamu tak lagi peduli tentang nilai diri, hanya terus berlari hingga di ujung nafas, berserah segenap jiwa, DIA akan memberimu segalanya.
Dirimulah yang paling tau ke mana kakimu harus melangkah, ke mana tanganmu harus diulurkan, ke mana jiwamu harus mengabdi, dan ke mana hatimu harus berlabuh.
Tuhan kadang enggan campur tangan pada manusia yang menilai dirinya terlalu tinggi. Namun, ketika kamu tak lagi peduli tentang nilai diri, hanya terus berlari hingga di ujung nafas, berserah segenap jiwa, DIA akan memberimu segalanya.
Sunday, December 28, 2014
dungu
kamu tak ubahnya dia dan dia
pengkhianat sepi
yang menjanjikan riuh
tak sederhana
lalu tertawa berlalu
sambil mengemis maaf
entah bagaimana
Tuhan sanggup menciptakan manusia keji
sepertimu
hanya kini tersisa
seribu tanya mengapa saya
yang tak secuil punya hati
menikam karib tanpa jerit
dungu menengadah
Wednesday, October 8, 2014
Desember, can you wait any longer?
Sepertinya jalan di depan sana terjal, Tuhan
Bekalku mungkin saja tak cukup
Ketika aku ingin tetap memberi dg segala keterbatasan ini
Namun, bolehkah saya tetap berharap
pada keajaiban-Mu yang menjadi satu2nya pengubah segalanya
Pun ketika digit di dalam buku semakin menyusut
Ingin kulari dari mimpi menyeramkan ini
Aku enggan tersadar, jika yang kutau
bahwa aku hanya bisa hidup sampai akhir tahun ini
Bekalku mungkin saja tak cukup
Ketika aku ingin tetap memberi dg segala keterbatasan ini
Namun, bolehkah saya tetap berharap
pada keajaiban-Mu yang menjadi satu2nya pengubah segalanya
Pun ketika digit di dalam buku semakin menyusut
Ingin kulari dari mimpi menyeramkan ini
Aku enggan tersadar, jika yang kutau
bahwa aku hanya bisa hidup sampai akhir tahun ini
Sunday, October 5, 2014
Surat Yusuf
111 Ayat-Mu terlantun ringan
Melintas di dua fajar-Mu
Di tiap lima waktuku
Lirih Kau berbisik
Pencarian harus kuakhiri
Yusufku telah kutemukan
Tepat di ayat 111
Aku berhenti
Sungguhpun lafadz-Mu Maha Dahsyat
Tak seharusnya kuragukan
Tapi, siapa Yusuf
Aku berpikir itu kamu
Jangan Tuhan
Aku tak ingin mengamini
Melintas di dua fajar-Mu
Di tiap lima waktuku
Lirih Kau berbisik
Pencarian harus kuakhiri
Yusufku telah kutemukan
Tepat di ayat 111
Aku berhenti
Sungguhpun lafadz-Mu Maha Dahsyat
Tak seharusnya kuragukan
Tapi, siapa Yusuf
Aku berpikir itu kamu
Jangan Tuhan
Aku tak ingin mengamini
Tuesday, September 2, 2014
Takdir yang sempurna
Wahai zat pembolak-hati, teguhkanlah jalan yg kupilih
Jagalah prasangka ini
Tunjukkan kami yg hitam agar terlihat hitam, yg putih terlihat putih
Jauhkan kami dari serigala berbulu domba
yg membalas ketulusan dg menghujam belati
yg tersenyum sambil menghunus pedang
Sesungguhnya, kami hanya ingin menjadi orang baik dg cara kami
Ketika tak ada lagi yg bisa kami harapkan
selain takdirMu yg sempurna
Jagalah prasangka ini
Tunjukkan kami yg hitam agar terlihat hitam, yg putih terlihat putih
Jauhkan kami dari serigala berbulu domba
yg membalas ketulusan dg menghujam belati
yg tersenyum sambil menghunus pedang
Sesungguhnya, kami hanya ingin menjadi orang baik dg cara kami
Ketika tak ada lagi yg bisa kami harapkan
selain takdirMu yg sempurna
Friday, August 22, 2014
Pernah Istimewa
Hari yang super, kejutan yang sempurna
Pernikahan dan kelahiran anak
Dua lelaki di masa laluku
Di dunia yg telah berbeda
Lama tak terdengar gaungmu
Apa kabar kalian..
Tiba2 foto itu muncul tanpa sengaja
dari akun kawan dan email
Di hari yang sama ini
Tak ada lagi getir
Tak ada lagi rindu
Tak ada lagi kecewa
seperti ribut2 di masa lalu
yang lucu dan obsesif
Congratulation guys..
That's all I can say
DRM-MEI
Pernikahan dan kelahiran anak
Dua lelaki di masa laluku
Di dunia yg telah berbeda
Lama tak terdengar gaungmu
Apa kabar kalian..
Tiba2 foto itu muncul tanpa sengaja
dari akun kawan dan email
Di hari yang sama ini
Tak ada lagi getir
Tak ada lagi rindu
Tak ada lagi kecewa
seperti ribut2 di masa lalu
yang lucu dan obsesif
Congratulation guys..
That's all I can say
DRM-MEI
Friday, August 15, 2014
Flowers
Seperti lonceng
Terdengar bergerombol
datangnya riuh dari jauh
tertiup angin
Ia tulip
cantik dg kelopak putihnya
merekah di taman kecil
Melambai tertiup angin
Engkau petik setangkai
buatku
Persis setelah mawar kemarin
dengan kelopak merahnya
setangkai cantik merekah
Kau selipkan di antara buku
di sisi kananku
: Buat Ame
Wahai anggrekku...
Terima kasih telah ada di sisiku
Terdengar bergerombol
datangnya riuh dari jauh
tertiup angin
Ia tulip
cantik dg kelopak putihnya
merekah di taman kecil
Melambai tertiup angin
Engkau petik setangkai
buatku
Persis setelah mawar kemarin
dengan kelopak merahnya
setangkai cantik merekah
Kau selipkan di antara buku
di sisi kananku
: Buat Ame
Wahai anggrekku...
Terima kasih telah ada di sisiku
Kamu
Kelak
Jika pintu takdir kita berbeda
tak ada lagi jalan untuk bersama
Sebaiknya saja pergilah jauh
dan jangan pernah kembali
Sebab terlalu pedih
melihat diri yg jauh terpuruk
Sendiri melipat kenangan
Menyapu butiran airmata
Melepas separuh hati ini
pergi berlalu
Kamu.
Ya. Mungkin itu...
Jika pintu takdir kita berbeda
tak ada lagi jalan untuk bersama
Sebaiknya saja pergilah jauh
dan jangan pernah kembali
Sebab terlalu pedih
melihat diri yg jauh terpuruk
Sendiri melipat kenangan
Menyapu butiran airmata
Melepas separuh hati ini
pergi berlalu
Kamu.
Ya. Mungkin itu...
Tuesday, July 22, 2014
Fajar
Seperti malam dan fajar
yang datang beriringan
Seperti lentera dan mentari
menjadi penerang di waktu lain
Malam tak pernah tahu
fajar selalu menjadi penanda
hari baru masih ada
Fajar tak pernah tahu
malam selalu jadi penanda
jiwa yg lelah perlu bersandar
Seperti malam dan fajar
yang melengkapi hari
saling menandai waktu
Bukan kesengajaan
jika malam bertemu fajar
This isn't as simple as words
They are meant cross this path for a reason
to unify the universe
yang datang beriringan
Seperti lentera dan mentari
menjadi penerang di waktu lain
Malam tak pernah tahu
fajar selalu menjadi penanda
hari baru masih ada
Fajar tak pernah tahu
malam selalu jadi penanda
jiwa yg lelah perlu bersandar
Seperti malam dan fajar
yang melengkapi hari
saling menandai waktu
Bukan kesengajaan
jika malam bertemu fajar
This isn't as simple as words
They are meant cross this path for a reason
to unify the universe
Tuesday, July 15, 2014
Merah Putih Kami
Semangatku tak pernah merah putih
di pesta demokrasi dulu dan dulu
Sampai ketika aku menemukan sosokmu
kemarin
Sosok yg membeli kepercayaan ini tanpa uang
Aku percaya kamu bisa
menjadi pemimpin bangsa yang amanah
Aamiin...
#JKW-JK
di pesta demokrasi dulu dan dulu
Sampai ketika aku menemukan sosokmu
kemarin
Sosok yg membeli kepercayaan ini tanpa uang
Aku percaya kamu bisa
menjadi pemimpin bangsa yang amanah
Aamiin...
#JKW-JK
Sunday, May 18, 2014
Manusi A
Mengapa Tuhan menciptakan manusia yg demikian jahat sepertimu
Manusia yg tak mengerti makna kebaikan
Manusia yg mnempatkan diri terlalu tinggi
yang selalu bercermin pada kaca usang yg retak
Melupa sejarah, bersama pikir yg kaku penuh dendam
Ah, apakah agar hidup ini menjadi lebih lengkap?
Jika 1000 manusia sepertimu bertebaran
Hei! Luka masa lalumu silahkan kau kubur sendiri
Getirmu cukuplah kau telan sendiri
Bersama dosa yg hendak kau putihkan
Silahkan kau cari Tuhan sesukamu
Mohonkan ampun di waktu-waktu senggangmu
Lantas tak perlu merasa paling suci hari ini
hanya karena orang tak tahu masa lalumu
Tahukah kau, tak ada sebait kata yg akan menguap
Waktu akan menjadi saksi
di mana kau menelan semua ucapanmu sendiri
Manusia yg tak mengerti makna kebaikan
Manusia yg mnempatkan diri terlalu tinggi
yang selalu bercermin pada kaca usang yg retak
Melupa sejarah, bersama pikir yg kaku penuh dendam
Ah, apakah agar hidup ini menjadi lebih lengkap?
Jika 1000 manusia sepertimu bertebaran
Hei! Luka masa lalumu silahkan kau kubur sendiri
Getirmu cukuplah kau telan sendiri
Bersama dosa yg hendak kau putihkan
Silahkan kau cari Tuhan sesukamu
Mohonkan ampun di waktu-waktu senggangmu
Lantas tak perlu merasa paling suci hari ini
hanya karena orang tak tahu masa lalumu
Tahukah kau, tak ada sebait kata yg akan menguap
Waktu akan menjadi saksi
di mana kau menelan semua ucapanmu sendiri
Saturday, March 22, 2014
Dermaga Baru
Tak ada yg akan berubah
Ketika hati sdh bulat berkata tidak
Sekarang dan selamanya
Kapal telah berganti haluan
Menuju dermaga
yang tak lagi sama
Dermaga lain
yang menanti kapal sandar
selama ini
"If we always see the sky when we walk,
we will never see the beauty of the flower on the grass"
Ketika hati sdh bulat berkata tidak
Sekarang dan selamanya
Kapal telah berganti haluan
Menuju dermaga
yang tak lagi sama
Dermaga lain
yang menanti kapal sandar
selama ini
"If we always see the sky when we walk,
we will never see the beauty of the flower on the grass"
Monday, February 10, 2014
You
I like you
Doesn't mean I want to marry you
for now..
You conquered my heart
Doesn't mean I will surrender my life for you
It's just a feeling
I try to understand
It's just a feeling
That I take to make me happy
It came and then go
as soon as they sometimes will
Doesn't mean I want to marry you
for now..
You conquered my heart
Doesn't mean I will surrender my life for you
It's just a feeling
I try to understand
It's just a feeling
That I take to make me happy
It came and then go
as soon as they sometimes will
Kamu dan ia
Jika kelak
Kamu dan ia
Hanya terselip di selintas waktu
bukan di akhir perjalanan
Ijinkan qt nikmati detik2 ini
Detik qt tertawa
menyunggi romansa
dalam sipu dan hening
Ijinkan waktu berhenti
hanya di saat2 itu
Ijinkan waktu
memberikan yg terbaik
Aku, kamu dan ia
Kamu dan ia
Hanya terselip di selintas waktu
bukan di akhir perjalanan
Ijinkan qt nikmati detik2 ini
Detik qt tertawa
menyunggi romansa
dalam sipu dan hening
Ijinkan waktu berhenti
hanya di saat2 itu
Ijinkan waktu
memberikan yg terbaik
Aku, kamu dan ia
Sunday, February 2, 2014
Pagiku
Selamat malam, pagiku
Mentari hariku
Kamu adalah pagi
yang tak pernah gelap
Kamu adalah semangat
yang tak pernah surut
Kamu yang selalu renyah
Menggiring tawa
Bersama detik2 waktu
Kamu yang santun
Mengetuk pesan sederhana
Seperti sudah ribuan pesan
Kau kirim dalam bisik2 kecil
Ah, aku lupa
Rupanya kita baru kemarin sore
Selamat tidur
Mentari hariku
Kamu adalah pagi
yang tak pernah gelap
Kamu adalah semangat
yang tak pernah surut
Kamu yang selalu renyah
Menggiring tawa
Bersama detik2 waktu
Kamu yang santun
Mengetuk pesan sederhana
Seperti sudah ribuan pesan
Kau kirim dalam bisik2 kecil
Ah, aku lupa
Rupanya kita baru kemarin sore
Selamat tidur
Subscribe to:
Posts (Atom)