Sunday, April 14, 2013

Thank for giving me my eyes

Thank to my Lord for giving me my eyes and all those colours.. (*conversation with an old man in train on the way back home from Jogja)

Old man : I have to back and fort Sby - Jogja once in two weeks to get my eyes treatment in eyes hospital
Me : Is there something wrong with your eyes sir?
Old man : Yes. Months ago, high blood pressure causing damage on my eyes nerve. Mata saya msh bisa melihat tapi sepertinya ada sesuatu yang berjalan2 di mata dan menghalangi pandangan. Saya sempat ke Malaysia utk berobat, kata dokter disana salah satu pembuluh darah di mata pecah and I have to get eyes transplant or weekly treatment. Sekembali saya di Jogja tdk ada hospital yg punya peralatan lengkap. Saya pun dirujuk ke Sby.
Me : What kind of treatment in Sby?
Old man : Saya hanya disuntik laser lalu selama sejam saya tdk boleh membuka mata. Pengobatan ini membuat mata saya normal kembali. Saya belum siap cangkok mata karena disamping mahal, rasanya mengerikan jika harus menjalani bedah mata berdarah-darah
Me : Asli orang mana pak? (*dia peranakan Cina dg logat kental Jawa Tengah)
Old man : Saya org Jogja asli, kerja sebagai kontraktor kecil2an. Dulu saya kuliah di jurusan teknik Atmajaya Jogja, sempat kerja ikut developer tapi akhirnya saya menjalankan usaha sendiri.
Me : Wira-wiri Jogja-Sby pasti melelahkan di usia tua ya pak. Pengobatannya juga menghabiskan biaya besar.
Old man : Mau gimana lagi, lagian sy sudah tua daripada cangkok lebih banyak biayanya

"Your lifestyle - how you live, eat, emote, and think determines your health. To prevent disease you may have to change how you live" ~ Brian Carter

Lion Air - 리온 아일

Suasana press conference jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Bali (gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai) :

ES: .....
W : ......
ES : Pesawat msh layak terbang karena usianya terhitung baru sebulan sejak 1 Maret 2013
W : Sblm digunakan untuk rute Bandung-Denpasar pesawat melayani rute mana saja pak?
ES : Palu dan Banjarmasin
W : Kabarnya di Palu jg sempat bermasalah ya pak?
ES : Saya blm dpt kabar terkait hal itu. Nanti akan qt umumkan lagi. Sudah ya.. (memungkasi jumpapers yg riuh)
W : Pak pak pak.. Nama dan jabatannya apa di Lion Air?
Sontak seluruh wrtwn yg hadir berseru "huuuuuuuuuu!!!"

So little time so many questions. She shouldn't asked stupid questions. He's not a new official and everyone knows he's the General Director of the airways for years. Hello.. you're a journalist, where have you been? You can even ask to another friends or googling!

Not just paid for ask

Why everyone so proud to be a journalist? Long-term journalist can be harm for your life. Hehe kidding! But to be honest (tbh) it causes long-term unrealized stress, tapi selain tentu saja banyak keuntungan lainnya. There are five things that has taught me so far.

Relations. Paid for ask. Grammar queen. Character improvement. Trust no one

# Relations
Semua org tau profesi tsb identik dg relasi yg banyak. They come and they go. Bisa dibayangkan jika sehari bertemu dengan 5-10 org berbeda, ada berapa banyak orang yang akan ditemui dalam seminggu, sebulan, setahun dan bertahun-tahun. Bisa saja sehari lebih dari 10 org. Ada perkenalan just-so-so, profesional atau akhirnya mjd teman baik bahkan 'baik'. Pengalaman tdk enak terjadi ketika kita sulit mengingat seseorang yg ternyata hafal betul siapa kita. "Hei, apa kabar? Wah, masak pura-pura lupa. Sombongnya!"  Loh, klo lupa ya wajar saja. Toh, kita juga kerap lupa wajah pejabat penting atau bahkan wajah kita dilupakan narasumber yg pdhl sering diwawancara. "Pak wamen hadap sini pak wamen, nah gitu pak," teriak para fotografer yg lupa dg nama Bayu Krishnamukti Wamendag saat melakukan setting foto di sebuah pasar tradisional. Lupa sah-sah saja krn begitu byk org yg qt temui in every chance. Tapi, klo kebetulan bertegur sapa tinggal sebutkan saja identitas, siapa dan pernah ketemu dimana, tanpa mengatakan "sok lupa" atau "sombong".

# Paid for ask
To write a full story is about dig, dig, and dig the source. What, who, where, when, why and how (5W1H). So everyone knows that journalist is about asking too much. People sometimes hate the way we ask, but we must! I remember my first experience, an editor once asked my friend, RI1 besok mau datang dan si beginner ini bertugas utk liputan (waktu itu belum booming yg namanya berita online). Setelah mendekati jam ngantor, dlm SMS "Tolong segera listing berita RI1"  "Tidak ada listing pak. Sepi" "Kok bisa sepi gimana?"  "RI1 batal datang."  "Itu juga tetap jd berita. Alasannya apa dia nggk dtg?"  "Rombongannya kecelakaaan, jd perjalanan ke Sby ditunda."  "Loh, itu malah lebih bagus. Ayo cepat digali berita dan sumber2nya bisa HL 1 (*headline halaman 1)"  Saat itu juga baru tau namanya bad news is good news. Apa (what) kejadiannya, siapa saja (who) korbannya, dimana (where) kejadiannya, mengapa (why) bisa sampai kecelakaan, bagaimana (how) detil peristiwanya.

# Grammar queen
Gara2 srg ditegur redaktur, redpel dan corrector terkait presisi ejaan dan logika tulisan, kalau ada orang yg salah eja/ salah tulis/ salah kalimat jadi gemes sendiri. "Seorang ibu-ibu terpaksa menangisi jenazah anaknya." Bagaimana mungkin ada kata seorang tapi diikuti dg ibu-ibu (jamak) lalu disusul dg kata 'terpaksa' (apakah ketika seorg ibu melihat jenazah anaknya lalu muncul perasaan terpaksa utk menagis? menangis tidak perlu dipaksa! apalagi ketika anaknya meninggal) Kalimat itu tercetak dlm sebuah koran harian ternama, ya mgkn redakturnya lagi ngantuk sehingga meloloskannya. "Maling Kerupuk Dihajar Massa Remuk" (awalnya miris kasihan tapi ternyata setelah baca isinya, si maling ngga cuma nyolong 3 kaleng kerupuk tapi juga 10 tabung elpiji 12kg, 7 tabung elpiji 3kg, duit, makanan, 25 dos aqua dan hampir seisi warung disikat) Wah itu mah bukan maling kerupuk! Redakturnya ngawur bikin judul.

# Character improvement
"What makes you proud to be a journalist?" i asked my resigned friend. "I found my self confidence and my strong personal character. When you take the cloth journalist off, you will have a social crisis. But in the other side, you will have your strong character," he said. I gained my first self confidence when I hv to interview Jaya Suprana at Shangri-La Hotel. I really lack of self confidence since I was kid. My parents however didn't know how to boost their children self confidence until we've found it self. "Mumpung acara belum mulai, Pak Jaya mau diwawancara sekarang. Tapi beliau duduk di kursi paling depan. Langsung ke mejanya saja," ujar salah seorang panitia acara saat itu. Belum ada wrtwn yg hadir ato memang blm ada yang kenal krn newbie. Semua hadirin mengenakan baju rapi, ada yang pake batik hingga evening gown. But me? I wore t-shirt, jeans, footflop and backpack (*OMG). Mengumpulkan segenap kekuatan dan mengubur rasa malu, akhirnya melenggang di tengah hadirin lalu melipir mendekati Jaya Suprana "Pak, boleh minta waktu sebentar. Mau wawancara," ujarku berbisik. Untung orgnya ramah, maka wawancarapun dilakukan sambil membungkuk dan sedikit jongkok dan Pak Jaya duduk di kursi paling depan tapi agak ke tengah. Can you imagine how do I look like and what I feel?

# Trust no one
Sebuah informasi yg dtg dari satu sumber tdk akan ditelan mentah2, apalagi jika itu terkait konflik. Perlu cover both side, keterangan dari kedua belah pihak yg sdg berkonflik. Tidak perlu buru2 menghakimi, don't rush to judge. Kumpulkan semua fakta/ cerita, lekatkan baik2 dalam memori, rangkailah menjadi sebuah logika berpikir, lalu ambil benang merahnya. Kebenaran tak ada yg mutlak dan hanya akan menyisakan dua kecenderungan, normatif dan obyektif. Bersandarlah pada apa yg kamu yakini itu benar, jangan terpengaruh siapapun dan jangan mudah percaya pada siapapun.

Saturday, April 13, 2013

김 수 현 Jual Matras

Di sebuah toko spon di kawasan Kramat Gantung :

"Ko, ada spon super yang tebalnya 5 cm ukuran 65x180 cm?"
"Ada. Ambil berapa lembar?"
Astaga, setelah membalikkan badan, wajah si koko Kim Soo Hyun (김 수 현) banget!
(**si raja imut di jaman dinasti 조선/cjoseon dlm serial The Moon That Embrace The Sun)
Ganteng seperti itu knp ngga jadi model aja. Body atletis, tinggi, putih, ramah. Mgkn toko tua itu milik orangtuanya. Udah, pindah ke korea aja lalu bentuk boysband atau ikut casting drama korea.. hahahah.. K-Pop Wave!
"Per lembarnya berapa?"   "Rp 170.000."   "Boleh nawar?"
"Ndak isa, harga pas itu. Ada yg kualitas ndik bawahe isa Rp 150.000 ato yg Rp 160.000 ukuran aslie juga sama 100x200 cm juga isa potong. Motonge pake alat listrik jadi sisa potongane halus."
"Bedanya apa yg 170.00 sama 150.000?"
"Sponnya ndak padat, lebih ada rongga-ronggae," jawab si koko.
Logatnya Jawa banget, tapi lidahnya sdkt pendek karena melafalkan huruf T mirip org Bali 'Te'
"Klo yang tebalnya 10 cm jenis dan ukuran sama kena berapa?"   "Rp 310.000 per lembar."
"Garansi nggak?" tanyaku.  "Oh ndak. Tp kalo spon ada rusak isa mbalik ndik sini."
"Mbalik sini gimana maksudnya? Tuker baru?"
"Iya. Tuker boleh tapi nambah duit alias beli baru," kata dia terkekeh.  Yaelah ko!
"Ya ya.. Ambil yg 5 cm aja deh. Bungkusin skalian kain oscar yg biasae buat matras olahraga ya."

Wednesday, April 10, 2013

Camera (카메라)

Camera. Many places i've visited. Sayang, tak semua bs terekam dlm gambar. Alasannya, saat itu belum punya kamera yg cukup bgs utk mengabadikan setiap momen. Hanya kamera pocket yg bikin ogah2an. Sesekali sj dipakai motret headshoot dan sebatas keperluan liputan, sisanya mengandalkan fotografer.
"Yuk yuk foto di depan air terjun," kata seorg wrtwn RCTI ketika sampai di Bantimurung Makassar dg semangat. Saat itu juga ponsel Nokia communicator dan kamera besarnya nyebur ke air krn dia terpeleset bebatuan berlumut di dlm air. Astaga! ponsel itu kan mahal (saat itu) *Saat dimana kami diundang Garuda Indonesia utk penerbangan perdana Surabaya-Makassar, lupa thn berapa. Hampir sj aq ikutan nyebur krn dia tanpa sengaja menarik tanganku yg kebetulan ada d sblhnya. Ada yg tertawa nunjuk2, dan ada yg panik. Reporternya terutama ikut panik sebab kamera kena air jadi tidak akan berfungsi dengan baik.
Semua wrtwn dlm rombongan mengabadikan keindahan air terjun. Aq cm diam mengamati dan sesekali berfoto dg kamera milik teman. Pdhl, Canon Powershot A85 ku ada di dalam tas tapi malas menggunakan. Pikiran yg terlintas saat itu cuma satu, fokus kerja, senang2 urusan nanti. Sok berdedidaksi! Baru nyesel skrg, kemana semua kenangan ttg tempat2 eksotik di berbagai kota dan negara yg pernah aq kunjungi. Minim foto. Hanya terekam di kepala.

Berteman dg profesi

"Suatu saat kamu akan memahami siapa tmn2 baikmu sesungguhnya ketika kamu sdh tdk lagi berprofesi spt sekarang," a friend once told me.  "You mean..?"
"Kadang, ada org2 yg hanya mendekati kita utk tujuan mereka, lalu setelah kita tdk lagi menguntungkan, mereka akan jaga jarak. Ada pula org2 yg memang ingin dekat dg kita krn kecocokan pribadi tanpa maksud lain," she said. She was a Public Relations Manager at the five star hotel in Sby. She moved to another city but stilll works in (another) five star hotel.
"Tak sedikit orang yang hanya ingin berteman dg profesi kita, bukan pribadi kita. Klo kamu bisa mengenali mereka maka jika nanti sesuatu terjadi diluar ekspektasi kamu tdk akan kecewa," lanjutnya.
"Bukankah hal wajar jika menjalin hubungan sebatas profesionalitas di dunia pekerjaan?" i said.
"Ya. Tapi ada kalanya, dan kamu pasti akan menemui hal-hal semacam itu. Ada relasi atau teman yg sengaja melewatkan byk waktu dg kita utk membangun citra positif demi menunjang pekerjaan mereka, tapi setelah kita tidak lagi menyandang profesi itu maka perlakuan akan berubah. Tapi ada pula org2 yg tulus msh ingin melewatkan byk waktu dg kita meski kita sdh tdk lagi menyandang profesi tersebut," jelasnya.

I got the point. There's a big difference between friends - who want to spend time and make the effort and those who will see/use you when it suits them. That's fine. Life is a choice and don't think too much because you will create a problem that wasn't even there. You still have a choice to meet new friends when some have left. Different place, different time, different situation, different role. "Don't u leave some friends too when u move to another role?" i asked my self.

Jeruk Bali : 자몽 : Jamong

"Bang, jeruk bali ini berapaan kok nggk kecantum harganya?"
"Itu Rp 20.000 per biji," ujar salah seorg sales pria di Giant supermarket.
"Hah? Bukannya minggu lalu masih Rp 12.000-an ya?"
"Oh, yg kemarin itu jeruk bali lokal. Yang ini Thailand punya," katanya.
"Bedanya apa? Tanpa biji? Lebih manis? Secara ukurannya kan sama sekepala bayi."
"Hampir sama sih, tp kayaknya kulitnya lebih tipis, dagingnya lebih manteb."
Oh gitu. Bungkus dah. Promosinya si abang kayaknya menarik banget.

Lalu namanya di struk belanja menjadi jeruk Bali Thailand. Kenapa nggak jeruk montok ijo atau jeruk montok kuning gitu? Berarti someday klo jeruk bali masuk Thailand akan menjadi jeruk Thailand Bali? Padahal di Thai sendiri, jenis ini disebut Ma o (nama bulenya Citrus maxima alias grapefruit). Tp siapa juga yang menemukan varietas itu kok tiba2 namanya pake 'Bali', apa karena varietas ini awalnya beken dari Kintamani? Harus diakui klo banyak produk hortikultura impor Thai yg kualitasnya lebih bagus dr punya kita. Durian montong aja Thai, mangga Thai, bawang Thai sampe jahe dan cabe di pasar belakang rumah juga dari Thai (*kata pedagangnya siy). Thailand memang jagonya hortikultura. Kita knapa cuma bisa ketakutan membendung impor sana-sini pake regulasi dll tanpa berusaha meningkatkan kualitas dg berguru teknologi di bidg hortikultura kesana lalu implementasi disini. Tanya kenapa!

Sunday, April 7, 2013

Surprise (깜짝)

God always come with complete surprise. Kalimat ini mengingatkanku pada seorang teman bernama Shani. She was so sad about her ex bf married to someone else. She still loves him.
Two days ago I had a dream about something surprise will come. Saya cuma menerka-nerka, kejutan apalagi dan ternyata hari ini. The same thing, about marriage. 
He's not my ex bf not even a close friend, we're just strangers with some memories. Dating, dinner, watching movie numerous time, holding hands, lovely kisses at the theatre, and... That was the only memory left.

Congratz!

Monday, February 25, 2013

Pearl (진주)

Saya pernah berpesan pd seorg teman saat ia mengalami masa krisis jelang pemutasian krn 'kesalahan' yg bagiku tdk terlalu signifikan. "Tahukah kamu tentang mutiara? Meskipun ia terbenam dlm kubangan lumpur, ia tetap memancarkan sinarnya. Dunia akan mencari dan menoleh padanya dimanapun ia berada. Semangat kawan! Tetaplah berjuang," tulisku dalam akun facebook-nya sekitar 3-4 th silam.


Bagiku, ia sosok yg cukup jeli dlm melihat persoalan. Jiwa leadershipnya juga bgs. Entah kenapa ujian itu menghampirinya. Stlh bbrp tahun kami tidak bertemu krn ia memutuskan berkarir ke Jkt bersama istrinya kami pun jarang berkomunikasi. Kemarin, melalui akun YM (krn sy kehilangan pin bb-nya) ia menyapa dan menanyakan kbr kebenaran sy resign dr perusahaan dimana dulu kami pernah bekerja. Saya jadi ingat tentang mutiara dan menyemangati diri sendiri (plz don't think that i'm talking about selfie words ;)

"A pearl is often hidden in an ugly shell" - in Hangul, pearl is called 진주 (jinju)

Tuesday, January 3, 2012

Losing you?!

Kabar kepergian itu terasa mendadak
Sebaiknya saja tanpa ekspresi
Bukan duka atau sukacita

Tuhan tau apa yg terbaik
karena tak ada satupun hal yg tak terbayar
sejak di dunia ini...

But it's true, becareful of what u wish for

My Lord, i can't even saying a word
Forgive me for swearing and bad wishing him

I always hate him just because i think he hates me too
But, for all the trouble in his life i will pray 4 him to cope with asap

Dear friend, selalu ada pelangi setelah hujan petir dan badai
God will never give you more than you can bear

But don't forget, tak ada setetes darah yang tak terbayar
Semuanya lunas oleh waktu
So let's try to be wise of all

dedicated to : 디딕 숱릿노