Wednesday, December 16, 2009

y o u

How can i say to you dear
if only i could go on with lie
then i might be allright now
U were so good
n i just cannt hide it
It has been away...

But please dont look that way 2me!
U know that u're not as strong as u think
I promise i'll be ur perfect
but only in dream..

Monday, September 7, 2009

근잘손오

Dia bersujud
dalam balut kain tak rapi
Tepat di baris ketiga

Sepertinya bibirnya komat-kamit
Entah menghapal lafadz
atau sedang menirukan imam

Sore itu mengejutkan
Adakah ia tersadar
Setelah sekian tahun
ia sengaja menjauh dariNya
teriring dlm akal sehatnya
Mencibir komat-kamit
jajaran makhluk di rumah Tuhan

Tadi ia kembali
membasuh mukanya dengan air kesucian

Ah, sudahlah kawan
Waktu cepat beranjak
Sebaik2nya jika engkau berbenah

Senang melihatnya tadi
Berdiri di dalam rumah Tuhan
Meski sejenak salam kau akhiri
lalu beranjak pergi
Tanpa sepatah doa menutup salam

Friday, August 28, 2009

i have to leave

lonceng itu nyaring
kembali berbunyi
memekakkan telinga
dari ujung jauh menara

tanda harus pergi

tak kutinggalkan sepatu
karena cukup sisa waktu terlalui
aku akan pergi
meski tak sanggup lagi berlari

bunyi lonceng itu menyakitkan
membuyarkan pikiran
hingga tak dapat kupikir
tentang apa-apa lagi

Thursday, August 27, 2009

DRM

Gamis merah maroon pucat
Semburat kotak bergaris
Terhimpit diantara shaf
Rapi. Sedikit berjejal

Tepat di Ramadhan
Lima tahun silam
Beberapa langkah aku dibelakangmu
bersama yg lain
Di atap gedung yg sama ini

Tepat di Ramadhan
Lima tahun silam
Cerita itu pernah terukir

Nyaris tak kusentuh lagi jejak itu
Hingga.. suatu sore aku kembali
Kusentuh bayang2 gamis itu
Aku rindu
Tapi tak ingin kembali

Monday, August 24, 2009

another person

another name in paradise
another heart for sacrifice
is it you?
i start to think about u
not to remind how long
we've get along each other
but to remind how we've been through

God always comes
with complete surprise

the eyes

sepasang mata dan sebilah hati
diantara gerimis yg menyela mentari
jauh melintas samudera

hanya aku terpaku
pada lembut pasang mata itu

tak hendak aku berpaling
tapi tak jua ingin bertahan
hanya selangkah mundur mengerjap

lalu ia ada disisi
membawa kejutan manis
menyungging senyum
mengamit jemari yg kaku
tak berbalas

napasku terhenti
sejenak aku melihat sosok masa lalu
yg menyergap pengap kekinian ruang batinku
tak hendak aku berlari serta

namun kedua mata nan lembut itu
menggenggam hati

Wednesday, August 19, 2009

1

Aq tahu hanya butuh 1
Namun merangkul 2 dan 3
Entah pikir apa menyergap
1
Hendak kuberi pada yg lain
2
Hendak kusisihkan utk disana
3
Untukku
Atau tidak benar-benar untukku

Permainan angka yg cantik
1 2 dan 3 Tak selamanya disini
Ia berputar lalu menghinggap
hanya sementara

Ia datang
mengaduk-aduk pikir

Aku tunduk
menyelesaikan hitungan rumit
yang tersusun daripadanya
Lalu beranjak

Kala tersadar 1 2 dan 3
cuma permainan bocah lugu
yg tertarik tentang alam

tentang kepastian
yg lanjut menyodorkan ketakpastian

Friday, August 14, 2009

kamu dan dia

Ada kesamaan antara kamu dan dia
Melenggang di bawah belenggu kebebasan
Nikmat dlm aroma tembakau.. tanpa bicara
Menjelma dlm sosok misterius
yg tiba2 pergi entah kmana
lalu datang dlm sekejap
membawa kejutan baru

Rupa2 hidup kau sulut diantara ribuan kata yg tak pernah bisu
Bingkai peristiwa kau tumpuk manis
Engkau membukukannya dg sempurna
hingga tak ada satu masa pun yg terlewati
dlm pikirmu

Keindahan itu ada pada kecerdasanmu
Aku menemukan kekaguman pada dirimu
Aku, puisi, kamu dan dia
diantara jejak kata yg mematut hati
Ah, rasanya aku menemukan kembali
puing2 yg baru saja menghilang

Thanx God

"Ma, aku boleh kawin lagi nggak?," tanya seorang suami pada istrinya. Sejurus istrinya pun menjawab singkat, "Memang aku punya hak bilang ngga?" sahut sang istri enteng seraya membenahi rambut putri semata wayang mereka yang baru berusia 3,5 tahun.

Sang suami pun sedikit terkejut. Padahal, pernyataan senada kerap dilontarkan, namun istrinya tetap setia. "Kamu kan bukan milikku, dan aku bukan milikmu. Masing2 tidak punya hak yang mengikat. Kita ini milik Tuhan, ya tanya saja sama Tuhan. Peranku cuma sebagai istri dan ibu," ujar sang suami menirukan alasan istrinya.

Wah, luar biasa tuh si mba. Hare gene masih ada yg ikhlas punya pikiran macem gitu. Ato jangan2 dia capek mikirin ulah suaminya, dari yg awalnya uring2an menerima kenyataan, kesel, jumpalitan, silang sengkarut lalu pasrah bongko'an.

Ya, begitu itu risiko punya suami yg (sok) kecakepan. Narsis. Pede sundul langit. Gaji ndak seberapa sudah macem2. Gimana kalo gaji suami jauh lebih besar?? Tapi, sebesar apa sih gaji seorang wartawan!!

"Istriku memang luar biasa. Tiap aku kencan ama siapapun aku mesti jujur ke dia dan dia oke aja sesampaiku di rumah," sahutnya. Sinting!! Rumah tangga macam apa?

Apa begitu itu yg namanya istri idaman pria? "Kasihan deh istrimu mas! Pasti awalnya dia meradang, lalu bingung ngga tau mesti gimana lagi karena uda terlanjur punya satu anak," celotehku kesal.

Temanku bilang, "Ngga juga. Istriku cintanya besar, tapi dia org yg cuek. Aku lebih suka yg begitu," katanya.

Kata tmn2, dia memang pintar memilih istri. Tdk cantik tdk seksi tapi ortunya tajir bo'. Sementara si cowok? Modal ganteng, mata kece lirik sana-sini, suara lembut mendesah *uhuk! Soal uang, belakangan.

Wah, aku jadi keki ama persoalanku kmrn yg trnyata bukan apa2 dibandingin mereka. Plis deh mrk sdh menikah, punya anak. Dulu mrk pernah dpt julukan "the hottest couple of the year" krn kalo lg pacaran emang hot.

Si mba hebat banget, ngga ngira bisa punya sikap kek gitu. Eniwe, wanita itu kdg di mulutnya bilang sabar tapi hati jumpalitan. Bibirnya bilang ikhlas tp hati mendidih. Hmm.. pantes aja status si mba di FB sering kulihat merenung- renung, bertanya-tanya, mencoba ikhlas dan pengen lari dr kenyataan. Emang si, tdk ada pernyataan tersirat ttg rumahtangganya, tp hampir selalu statusnya galau.

Ah, semoga ketabahan menyelimuti hati mrk.. Mungkin itu cuma ujian yg kemudian bisa mereka lalui bersama hingga maut memisahkan mrk. Aku? Mungkin harus lebih banyak bercermin pd persoalan org lain, agar beban mjd lebih ringan.

Terima kasih Tuhan

Thursday, August 13, 2009

@ June

June 6th 2009
di kaki bukit
janji itu pernah terukir
janji dua anak manusia
mematri bintang

menggapai mimpi
menerjang kabut
pd dingin masih menyeruak

matahari masih saja sembunyi
sinarnya hanya menyembul tipis
tertutup lekat awan
ketika waktu beranjak sore
ia membaur bersama warna ilalang

di kaki bukit itu
janji itu pernah terukir
dua manusia yg berserapah kepada alam
menggenggam masa depan
memeluk mimpi
yg tersandar letih di bahu kami

tak dapat kuingat lagi tempat itu
setidaknya, tak (ingin) dpt kuingat lagi
utk yg pertama dan terakhir
kami pernah singgah
membingkai sejarah yg manis
dlm balut sejuk aroma pegunungan

jejak itu masih ada
sepertinya baru kemarin sore
lubang itu juga masih utuh
tertancap ribuan jarum
yg lalu tercerabut paksa
darah itu mengalir deras
namun sedikit telah mengering

waktu akan terus merekam sejarah
dan tak mungkin bisa memperbaikinya lg

waktu tak akan sanggup menghapus jejak itu
maka biarlah luka itu tetap menganga
biarlah darah itu mengucur
lalu mengering sendiri tergilas waktu

karena hanya dg cara itu
manusia bisa menerima sejarah kelabu
biarlah lubang itu menganga
utk dijadikan pelajaran baginya

pedal tetap harus dikayuh
roda tetap harus diputar ke depan
sesekali tengoklah spion
utk melihat apa yg terjadi di belakangmu
namun lebih seringlah melihat jalan di depanmu
karena menengok ke belakang terlalu lama
akan membuatmu tersandung

bergegaslah, karena waktu tak pernah bisa berkompromi

time is ticking
and story was never been told