Saturday, January 5, 2008

tomorrow

it can be done
it should be done
it shall be done
tomorrow...

it is when u need a time
2 take a break

Medio 2008

Tangis itu memecah hening
Diantara peti emas berwarna kuning
Bergaris hijau
Cantik. Megah
Menyembul gagah dari istana bangsawan
Bersama tubuh renta yg terbungkus kafan
Teriring kalimatullah
Laa illaha illallah…

Tangis tak redam
Diantara prajurit berpeci yg siap berlari
Membawa sang renta ke singgasana abadi

Separo abad lebih
Nama itu terukir
Terpatri atas jasa dan dosa
Terpaut dalam mulia dan nista

Ketika senja itu datang
Kaki-kaki tua itu kembali
Menapaki jejak yg lama ia tinggalkan

Dalam raut pucat ia tersenyum
Bertutur lirih...
Sejauh apa kaki melangkah
Akan selalu ada jalan kembali
Menuju sajadah Illahi

Tuesday, December 25, 2007

Permen Mint

Seorang kawan bilang, hobi mkn permen mint identik hobi kissing. "Permen mint kan benda yg wajib dibawa mereka saat kencan. Kalau kamu sering bawa permen mint, kamu sedang siap-siap melakukan itu," selorohnya. Ah, ada-ada saja!
Di dunia medis, setahuku tanaman mint bagus buat pencernaan dan kesehatan secara umum. Jill Stansbury, doctor of naturopathy dari botanical medicine department di National College of Naturopathic Medicine in Portland Oregon (dalam Majalah Reader's Digest) mengatakan, tanaman yg mengeluarkan nuansa mint semacam peppermint, jahe, chamomile sangat membantu pencernaan. Termasuk jika diolah dalam bentuk permen. Tentu saja, mint yg dipilih bukan jenis sintetik. Studi di Jerman membuktikan pasien dengan radang usus dan sembelit sembuh dg terapi peppermint. Chamomile, dulu banyak dipakai para bangsawan utk menyegarkan bau mulut.
Sayang, di pasaran kini rasa mint yg terdapat pd permen bukan lagi mint alami. Juga pemanisnya byk memakai pemanis buatan. Namun, apapun asal mint yg diolah dalam bentuk candy maupun dalam bentuk minuman (macam teh, Red) memiliki tujuan sama. Menyegarkan pernapasan.

Thursday, December 20, 2007

sahabat lama

kehangatan menyambut hadirnya
ketika semua mata berpaling
ketika semua mulut membungkam
ketika semua berlagak paling sibuk

ia dan mereka datang memeluk hangat
menepis sepi yg terdalam

ia dan mereka datang segenap jiwa
tanpa menuntut satu kata
hanya mengulur tangan menyerta tawa

satu janji di tahun lalu
ia dan mereka pernah ada
bersama air mata ini
dan akan selalu ada

aku di sini kawan
selalu merindumu
menanti di tiap sudut kota ini
bersama ulur tangan dan air mata ini

surabaya aku kembali!

Saturday, December 15, 2007

Munajat "Cinta" di Sembilan Pilar

"...Tuhan kirimkanlah aku
Pejabat yang baik hati
Yang "mencintai" aku apa adanya..."

Sungguh. Syair milik Dewa yg diplesetkan ini punya makna sangat mendalam. Sarat kenangan. Juga ketika syair dilantunkan dalam kata yg sebenarnya. Semua tentang kawan2 di Mojokuto - kawan2 di kota 9 pilar yg ternyata cukup bersahaja.

Munajat "Cinta" atau Munajat Cinta (hehehe...) menyiratkan sebuah pesan tentang keinginan, pengharapan, kebersamaan yg begitu mendalam. Hangat diantara tawa. Duka dalam perpisahan. Titik air mata yg menemani kepergian satu diantaranya. Menyesak haru. Hanya tersimpan dlm ingatan. Yang muskil jika terulang kembali.

Hmmm...pencipta syair plesetan itu rupanya jitu menyikapi sikon. Meski banyak yg mencibir tapi sangat menggelitik. Dan aku? tak ingin memaknai apa-apa kecuali membingkainya sebagai kenangan manis.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia terbitan Depdiknas 2006, makna munajat adalah doa tulus sepenuh hati kepada Tuhan akan pengabulan sesuatu. Kalaulah demikian, ingin kumohonkan ttg munajat kesetiaan. Aku ingin kawan2 Mojokuto juga setia menyimpan kenangan yg pernah kami bingkai bersama di 12 purnama itu...

Wednesday, November 28, 2007

crashin' me

its about night n after night
the power came into me
not 2b one more time
again n again
repetidas veces
strongly....fuertemente!

i just hold night
was in my mind
wanna let go off
when d power came
2b the crash

it is i who never really want i am
es yo que nunca realmente me desea es

Friday, November 16, 2007

Dipejam 23 Malam-Siangku

Usted es Noche...
Adalah malam Yg tak lebih baik dr yg pernah ada.
Yg melintas di 9x istiqoroh pelaminan...

Adalah malam. Merebak di sejumput gaya sang penyakitan.
Melintas terang, melanjur senja...

Adalah malam. Dg segenap rajut buram masa silamnya.
Terbelit segudang persoalan. Terjerat di seribu janjinya.
Mengatung di batas ketaksanggupan...

Es una Noche. Adalah malam. Yg melaut di seharian tak berombak. Namun tiada berasa...

Adalah malam. Merajam umpan di kail sendiri.
Tersahut jarum yg ‘ndak ia tusuk sendiri...

Alangkah malam datang memerih luka.
Bersama segumpal hati yg menganga. Tercerabut dari akar yg usang.

Alangkah malam menyungging tawa.
Beriring cucur darah yg tersahut akan jarumnya.
Di pasang malam yg lain. Yg jatuh merasak di ikat serapahnya...

Adalah malam. Bersuguh raga yg tak berdaya. Terlipat beku terselip dedaunan.
Menanti di satu keajaiban, alangkah dahan sanggup menopang jika di bukan ilusi.

Maka siangku setia menanti dawai...
Tapi bukan bersama malam itu kembali...
si Usted no es esa Noche...

menepis batas kesombongan

kesombongan itu menampak lanjur
di kepak sayap yg baru bertumbuh

keangkuhan itu membusung dada
menegak dagu atas sebuah kesanggupan

mengepal kemenangan
di satu masa yg terkira abadi
sesungguhnya kan jauh terlewati

kepal kesombongan itu kian merekah
mencibir hati yg termangu
menebar kisah yg tak pernah ada

meyakin diri tentang satu ikatan
sehidup semati…
dalam angkuh kepal kemenangan
diantara hati yg lain

hanya diri meretak di titian peluh hati
meretas jalan yg tak bernama
membenam di sudut iba
atas kesombongan engkau

jika saja kau tahu
alam menagih janji
atas kesombongan itu
alam merenggut segala kemenangan
yg kau kira abadi
dan duka yg pernah kau tebar

jika saja kau tahu
tak ada harga
yg takkan terbayar
sejak di dunia ini

bilakah kau sanggup
menggilas langkah hati yg lain
jika kesombongan itu
sejati di milik Tuhan…

maka bisikkan dalam sunyimu pdnya
inna lillah wa innaillaihi roji’un

teruntuk satu yg pernah singgah...
di satu tahun silam
teruntuk satu yg pernah singgah...
yg merengkuh kesombongan sebuah ikatan suci

waktu & kesombongan hanya milik Tuhan
bukan utkmu atas yg lain....

Thursday, November 1, 2007

hanya di simfoni-ku

simfoni tak bermakna
jauh menyentuh kesendirian
memaku pandang di sisi terkelabu
merengkuh saat yang tepat
ketika untaian itu
bergugur satu demi satu
ketika untaian itu
merapak di segala pilu air mata

simfoni (masih) tak bermakna
datang (kembali) mengoyak janji
sebuah kesetiaan
jika saja hati tak bersilang paut
akankah ia tetap hadir
atau (masih) berdiri
di gulung ombak seribu

bahkan ia tak sanggup berjanji
di jerit cermin yang meretak
ia lilin yang berbatas
melintas kuntum yang tengah berhias
tanpa ingin mewarna yang sebenar...

¿usted siempre realmente me ama?
if only u just never like the way it was...

Thursday, October 4, 2007

(di) Pengujung Abad

Matahari tak lagi sanggup...
berjanji akan terangnya
Purnama meredup...
tak lagi menyembul bulat penuhnya
Hanya bintang-bintang berserakan
Mengambillangkah sujud

Berharap peluh tetap berdzikir
Air mata menguntai doa
Mengintip surya di langit ke tujuh

Adakah kaki sanggup menjejak
Kala Kau panggil jiwa ini...
kembali ke pangkuanMu

Adakah hati sempat bersuci
Kala Kau tak sabar...
berkumpul dg jiwa kami

Adakah satu nirwana tersisa
Jika jauh aku tak merinduMu

Maka Tuhan...
panggil aku sekali lagi