Friday, November 28, 2008

aku rindu

Jika putih itu tlah menjadi kelabu
Tertundukku di atas permadani usang…
dan…langitpun menjauh…
Daun-daun runtuh terselip di sayap mega
Terkoyak rikuh butiran air hujan
Masih separo perjalanan ini…

Di atas permadani usang
Terseru menengadah
Kelabu yang fatamorgana
Menjadi tirai untaian senyum mega
dan…langitpun sejengkal kepala

Semua mengangguk syahdu
Syahdan mantra mengalir lembut
Laa Illaha Illallah…

Segara pun menyeruak jagad raya
Juru Selamat terlahir kembali…
Pelangi pun bertautan
Terpaku dalam lafadz…
Alif—Lam—Lam—Ha…..A..L..L..A..H!
Adakah kau rindu bersimpuh…

Ayat Kursi

satu diantara 1000 kebaikan
terselip di 255 Al Baqarah
tentang kebaikan
yg menyusun perisai diri
tentang kekuatan
menapis misteri

Ayat Kursi...

bilakah kau merindu makna
dalam cibir syair yg terlewatkan

melupa sujud
dalam topeng kearifan
angkuh mereka-reka masa
kau melangkah hidup

memicing mata
atas kewajiban pd Illahi mu

bilakah kau berlapang dada
saat maut menyergap
diantara terang dan sunyi
saat ini...

dalam kekosongan jiwa
engkau suguhkan
dalam kebutaan hati
engkau kembali (akan) menghadap-Nya
di sudut mana
engkau pernah bersorak

di sudut mana
kesempatan pernah terbuka lebar
di genggam jalan setapakmu
namun hanya dulu
ketika engkau masih melangkah hidup...

(di) Pengujung Abad

Matahari tak lagi sanggup...
berjanji akan terangnya
Purnama meredup...
tak lagi menyembul bulat penuhnya
Hanya bintang-bintang berserakan
Mengambillangkah sujud

Berharap peluh tetap berdzikir
Air mata menguntai doa
Mengintip surya di langit ke tujuh

Adakah kaki sanggup menjejak
Kala Kau panggil jiwa ini...
kembali ke pangkuanMu

Adakah hati sempat bersuci
Kala Kau tak sabar...
berkumpul dg jiwa kami

Adakah satu nirwana tersisa
Jika jauh aku tak merinduMu

Maka Tuhan...
panggil aku sekali lagi

di Dalam Janji

Ar-Rahman…
Di sepertiga malam
Di penghujung fajar
Di pergantian senja
Di tiga kali doa tulusmu

Tentang sebuah kemurahan
Bersua Padang Arafah
Mengintip Surga Al-Kautsar
Di satu sisa umur

Di sewindu itu
Tuhan mendengar
dalam liatmu pun…
78 Kalimat itu memanggil

Adakah yang masih engkau dustai…
Fabiayyi aalaaairobbikumaa tukadzdzibaan

Wednesday, November 12, 2008

No Time 4 Read Book?

12–14 among 24 hours spent for works
7–8 hours for sleep
what time do u have left
for your self? family? friends?
is 3–4 hours a day much enough?

i think im goin crazy
and everybody seems to get sigh
dont think that u’ll blame others
if u spent your time much longer
only for works

i dont even have my time for read a book
5–6 newspapers a day is very good
(in only specific topic)
i read by the time feel drowsy
...in many times
or i have to get up early
only for newspapers or news site shit

when i get my day-off
i become a housewoman
(not yet a housewife)
with all domestic works
and this is... another part of sigh

is there any time management guiding?
for those who works like me?
for those who ‘slipped’ a time on street?

i think...
i never really ‘had’ all chance

Saturday, November 8, 2008

merangkai basmallah

ketika sebuah kata tak cukup
upaya tak hendak menampak
berikan satu janji dalam hati
rangkaian basmallah
utk org2 terkasih
jauh namun mendekat hati
dekat namun tak tersentuh

mengiring senja yg manis
menjemput sepertiga malam

then Dios me da una razón
then God give me a reason
why i live 4 a pray

Memori Dari Ujung Timur

Genggam kerinduan yg pernah ada
di 3 tahun silam
Hadir menyela waktu
Mengetuk walau sesaat...
Menyisir sepi yg mulai sirna

Genggam kerinduan sebuah nama
Pahit & legit
Di bingkai cerita lalu

Genggam kerinduan bintang di langit
Melengkapi janji yg pernah terukir
di ujung hati manokwari

dear i spend my time
collecting all these scars

i know i cant be what im not
and im lying by the truth
that is in your charm

everything wont be the same...

Wednesday, October 8, 2008

Kurma dan Sekeranjang Maaf

Senandung Ramadan boleh usai
menyungging senyum di ujung Syawal

Tabir maaf melebur sesak amarah
Manis... legit...
Selegit kurma yg pernah menemani
di bait cerita yg pernah singgah
Saat semua kembali
menyerta kata yg merajam

Hanya terdiam...
diantara cabik satu keinginan

sudut malam

mata hitam malam terbayang
secangkir bintang ingin kusajikan
kutambah rona purnama
berselimut keberanian

jejak itu takkan hilang

ingin kuceritakan tipis ari cintaq
wajah murung kota

hai, tabir harapan
ingin kusanding dg legat kopiq...

--dari seorang kawan--

seruan hati

ilalang hanya bergoyang
diam...
tertekam kunang
racun kumbang tak bisa diam
cuma kipas liar yg bisa membersihkan

liat dan hirup flamboyan itu
kuncup kehidupan
ingin kubagi bersama
bersama tetes madu hatimu

--dari seorang kawan--